Warung Penonton

Kabar dari Pasar Klewer (SabdaSpace)

Naga Besar itu Si Ular Tua Yang Disebut Iblis atau Satan Adalah ADAM

Posted by warungpenonton pada April 2, 2010

Kepada orang-orang Yahudi Kristus berkata, “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.” Benarkah bangsa Yahudi adalah keturunan Iblis? Yesus Kristus adalah Allah. Tiada dusta di dalam diri-Nya. Apabila Dia menyatakan bangsa Yahudi keturunan Iblis, maka itu berarti bangsa Yahudi adalah keturunan Iblis. Heylel ben Shachar Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! Yesaya 14:12 Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Yesaya 14:13 Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! Yesaya 14:14 Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur. Yesaya 14:15 Orang-orang yang melihat engkau akan memperhatikan dan mengamat-amati engkau, katanya: Inikah dia yang telah membuat bumi gemetar, dan yang telah membuat kerajaan-kerajaan bergoncang, Yesaya 14:16 yang telah membuat dunia seperti padang gurun, dan menghancurkan kota-kotanya, yang tidak melepaskan orang-orangnya yang terkurung pulang ke rumah? Yesaya 14:17 Heylel ben Shachar (dilafakan: hay-lale bane shakh’-ar) artinya bintang timur putera fajar. Planet Venus hanya kalah terang dari matahari dan bulan. Dari bulan Februari sampai awal Oktober planet Venus nampak pada senja hari di langit barat, itu sebabnya dinamakan bintang senja. Mulai bulan November hingga Januari, planet Venus terbit di langit timur sebelum fajar menyingsing dan hilang bersama dengan datangnya pagi. Itu sebabnya Venus disebut bintang timur atau bintang fajar atau bintang kejora. Heylel diterjemahkan sebagai Lucifer dalam bahasa Latin. Dari generasi ke generasi umat Kristen percaya bahwa bintang timur putera fajar Dalam Yesaya 14:12 adalah Iblis dan dia adalah malaikat. Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian! Ayub 38:4 Siapakah yang telah menetapkan ukurannya? Bukankah engkau mengetahuinya? –Atau siapakah yang telah merentangkan tali pengukur padanya? Ayub 38:5 Atas apakah sendi-sendinya dilantak, dan siapakah yang memasang batu penjurunya Ayub 38:6 pada waktu bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama, dan semua anak Allah bersorak-sorai? Ayub 38:7 Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku. Yohanes 8:42 aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya; Amsal 8:30 aku bermain-main di atas muka bumi-Nya dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku. Amsal 8:31 Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku. Amsal 8:32 Sebagian teolog mengajarkan bahwa bintang-bintang fajar dan anak-anak Allah di dalam Ayub 38:7 adalah malaikat karena pada waktu itu manusia belum diciptakan. Berdasarkan pemahaman demikianlah mereka mendukung ajaran bintang timur putera fajar di dalam Yesaya 14:12 adalah malaikat. Mari kita menguji pemahaman demikian. Apabila membandingkan Ayub 38:4-11 dengan Amsal 8:22-31 maka dapat disimpulkan bahwa keduanya mengisahkan hal yang sama yaitu penciptaan dunia pada hari kedua dan ketiga. Di dalam Amsal 8:30 Hikmat mengaku diri-Nya adalah Anak Kesayangan Allah di dalam Amsal 8:12 Dia menyatakan diri-Nya tinggal bersama Kecerdasan. Hikmat adalah TUHAN Allah alias Yesus Kristus sementara Kecerdasan adalah Roh Allah alias Roh Kudus. Di dalam Yohanes 8:42, Yesus Kristus menyebut diri-Nya Anak Allah karena Dia keluar dan datang dari Allah. Manusia-manusia yang disebut anak Allah memiliki Nafas Hidup alias Roh Kudus yang keluar dan datang dari TUHAN Allah di dalam dirinya. Alkitab sama sekali tidak mengajarkan bahwa malaikat adalah anak Allah. Alkitab juga tidak mengajarkan bahwa malaikat keluar dan datang dari Allah. Alkitab juga tidak mengajarkan bahwa Nafas Hidup alias Roh Kudus tinggal di dalam malaikat. Atas dasar kenyataan demikianlah disimpulkan bahwa malaikat tidak berhak mendapat gelar atau status anak Allah. Allah yang bersorak-sorai di dalam Ayub 38:7 bukan malaikat karena yang berhak atas gelar dan status anak Allah hanya TUHAN Allah, Roh Allah dan manusia. Frasa “bintang-bintang fajar” di dalam Ayub 38:7 diterjemahkan dari kata KOWKAB yang berarti bintang dan kata BOQER yang berarti fajar. Bintang fajar adalah bintang yang terbit ketika fajar menyingsing kemudian menghilang seiring datangnya pagi. Disebut bintang timur karena terbit di langit sebelah timur. Bintang timur adalah planet Venus. Bintang timur hanya ada satu. Di dalam kebudayaan manusia, hanya ada satu bintang yang dinamakan bintang timur atau bintang fajar yaitu planet Venus. Memang benar, kata KOWKAB juga berarti bintang-bintang, namun bintang timur hanya ada satu. Kenapa para penerjemah Alkitab menerjemahkan frasa KOWKAB BOQER sebagai bintang-bintang fajar. Mungkinkah itu karena mereka tidak memahami bahwa dalam kebudayaan manusia hanya ada satu bintang yang dinamai bintang fajar atau bintang timur, atau mereka memiliki alasan lain? bersorak-sorak bersama-sama = ruwa yachad semua anak Allah bersorak-sorai = kol ben elohiym ranan Bersorak bersama-sama tidak dilakukan sendirian. Semua anak Allah bersorak-sorai tidak dilakukan sendirian. Itu sebabnya KOWKAB BOQER diterjemahkan sebagai bintang-bintang fajar. di Dalam Alkitab Ada lebih dari satu pribadi yang digelari bintang fajar. Di dunia ini memang ada lebih dari satu pribadi yang mendapat gelar bintang fajar. Tepatnya, ada tiga pribadi yang digelari bintang fajar atau bintang timur. “Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.” Wahyu 22:16 dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur. Wahyu 2:28 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu. 2 Petrus 1:19 Bintang Timur di dalam ketiga ayat tersebut di atas bukan planet Venus atau bintang kejora yang nampak di langit timur saat menyingsing fajar. Di dalam Wahyu 22:16 Yesus menyatakan dengan gamblang bahwa diri-Nya adalah Aster Proinos alias Bintang Fajar alias Bintang Timur. Siapakah Bintang Timur (Aster Proinos) dalam Wahyu 2:28 yang dikaruniakan oleh Yesus Kristus kepada jemaat di Tiatira? Dialah Roh Kudus. Apakah Bintang Timur (phosphoros) yang bersinar di dalam hati manusia menurut Petrus? Dialah Roh Kudus. Yesus Kristus adalah Tunas segala ciptaan dan sulung dari semua manusia yang diselamatkan. Tunas adalah Bintang Timur. Roh Kudus yang diutus ke dunia adalah Tunas jiwa-jiwa (nephes) hidup, Dia adalah sulung dari semua jiwa-jiwa hidup. Tunas adalah Bintang Timur. Adam adalah tunas umat manusia, dia adalah sulung dari seluruh manusia. Tunas adalah bintang timur putera Fajar. Heylel ben Shachar di dalam Yesaya 14:12 adalah Adam, dia adalah tunas manusia. Gelar BINTANG TIMUR hanya diberikan kepada para sulung yang mengemban mandat Allah. Yesus, Roh Kudus dan Adam adalah Bintang Timur. Tidak ada malaikat yang mendapat gelar bintang Timur. belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu; Kejadian 2:5 tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu— Kejadian 2:6 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Kejadian 2:7 Apabila kita memperhatikan kisah penciptaan dunia dan sorga maka nampak bahwa ketika TUHAN Allah membentuk Adam, saat itu Dia belum menurunkan hujan ke bumi tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu. Itu berarti saat itu belum ada air, daratan belum nampak begitupun lautan, gunung dan bukit-bukit. Apabila kita mengaitkan kisah penciptaan tersebut dengan Amsal 8:30-31 serta Ayub 38:7 maka dapat disimpulkan bahwa Adam ikut melihat proses terbentuknya daratan dan gunung-gunung serta lautan. Kita sudah tahu keberadaan tiga bintang fajar di dalam Alkitab yaitu Yesus Kristus, Roh Kudus dan Adam, itu sebabnya mustahil memahami bintang-bintang fajar di dalam Ayub 38:7 adalah para malaikat. Bintang-bintang fajar yang bersorak-sorak bersama-sama adalah Adam, TUHAN Allah dan Nafas Hidup. Semua anak Allah yang bersorak-sorai adalah Adam, TUHAN Allah dan Nafas Hidup. Mungkin Adam tidak ikut bersorak-sorak akan tetapi mustahil menyangkal bahwa bintang-bintang timur yang bersorak-sorak di dalam Ayub 38:7 bukan malaikat. Para teolog menafsirkan Bintang Timur putera Fajar sebagai malaikat karena mereka YAKIN bahwa Iblis adalah malaikat bukan karena Alkitab mengajarkannya. Gambar Kesempurnaan Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: Yehezkiel 28:11 Hai anak manusia, ucapkanlah suatu ratapan mengenai raja Tirus dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah. Yehezkiel 28:12 Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: yaspis merah, krisolit dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu darah dan malakit. Tempat tatahannya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu. Yehezkiel 28:13 Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya. Yehezkiel 28:14 Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu. Yehezkiel 28:15 Dengan dagangmu yang besar engkau penuh dengan kekerasan dan engkau berbuat dosa. Maka Kubuangkan engkau dari gunung Allah dan kerub yang berjaga membinasakan engkau dari tengah batu-batu yang bercahaya. Yehezkiel 28:16 Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Kulempar, kepada raja-raja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya. Yehezkiel 28:17 Dengan banyaknya kesalahanmu dan kecurangan dalam dagangmu engkau melanggar kekudusan tempat kudusmu. Maka Aku menyalakan api dari tengahmu yang akan memakan habis engkau. Dan Kubiarkan engkau menjadi abu di atas bumi di hadapan semua yang melihatmu. Yehezkiel 28:18 Semua di antara bangsa-bangsa yang mengenal engkau kaget melihat keadaanmu. Akhir hidupmu mendahsyatkan dan lenyap selamanya engkau.” Yehezkiel 28:19 Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Lukas 1:19 Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan? Ibrani 1:14 Taman Eden dibuat khusus untuk manusia, semua yang ada di taman Eden disediakan untuk manusia. Frasa “gambar kesempurnaan” di dalam Yehezkiel 28:12 diterjemahkan dari kata tokniyth (dilafalkan: tok-neeth’) yang di dalam beberapa versi Alkitab bahasa Inggris diterjemahkan sebagai the seal of perfection, meterai kesempurnaan. Mustahil ada ciptaan yang lebih sempurna dari peta teladan Allah. Mustahil malaikat adalah gambar kesempurnaan karena tidak ada satu ayat pun di dalam Alkitab yang mengajarkan bahwa malaikat adalah peta teladan Allah. Karena tidak ada ciptaan yang lebih sempurna dari peta teladan Allah, maka gambar kesempurnaan adalah Adam. Sebagian teolog menggunakan kalimat, “Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga” dalam Yehezkiel 28:14 untuk mendukung ajaran Iblis adalah malaikat. Kerub adalah malaikat bahkan Kerub adalah malaikat yang paling dekat dengan TUHAN Allah, itu sebabnya mereka mengajarkan bahwa Iblis adalah malaikat yang disebut Kerub. Apabila gambar kesempurnaan adalah kerub, bukankah seharusnya dia bersama-sama kerub, bukannya ditempatkan di dekat kerub yang berjaga? Apabila Yehezkiel 28:1-19 memang berbicara tentang Kerub yang memberontak, bukankah itu berarti kerub adalah peta teladan Allah karena kerub adalah gambar kesempurnaan? Alkitab mengajarkan dengan gamblang dan tegas bahwa peta teladan Allah adalah manusia, bukan malaikat. Untuk apa Allah menempatkan Kerub di taman Eden? Untuk menjaga, merawat dan melayani Adam. Kuberikan tempatmu dekat Engkaulah kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya. Yehezkiel 28:14 Beberapa teolog nekad mengajarkan bahwa dari penemuan para Ahli KRITIK Naskah Alkitab sesungguhnya isi Yehezkiel 28:14 adalah seperti tersebut di atas, itu sebabnya manuskrip yang digunakan oleh LAI tidak memuat kata NATHAN (dilafalkan: naw-than’) yang artinya MENARUH. Andai katapun yang diajarkan itu benar maka menurut saya hal itu sama sekali tidak mengubah fakta bahwa gambar kesempurnaan adalah manusia. Manusia diciptakan untuk melayani Allah dan mengayomi ciptaan lainnya, manusia adalah penguasa dunia yang bertugas melayani Allah dengan mengelola dunia. Dengan tugas demikian, manusia dapat digelari kerub, pelayan Allah bahkan malaikat. Bukankah TUHAN Allah juga mendapat gelar malaikat? Sekali lagi kita menemukan fakta bahwa ajaran Iblis adalah malaikat, tidak didasarkan pada ajaran Alkitab namun pada keyakinan para teolog bahwa Iblis adalah malaikat. Iblislah Bapamu Di dalam Yohanes 8:44 Yesus menyatakan dengan gamblang bahwa bangsa Yahudi adalah keturunan Iblis. Karena yakin Iblis adalah malaikat maka para teolog pun mengajarkan bahwa ucapan Kristus dalam ayat itu tidak boleh dipahami secara hurufiah namun harus ditafsirkan. Sebagian teolog mengajarkan bahwa saat itu Yesus sedang melampiaskan kekesalan-Nya dengan memaki bangsa Yahudi anak Iblis, itu sebabnya ucapan-Nya harus dipahami sebagai makian belaka. Yohanes 8:20 mencatat bahwa Yesus sedang mengajar di dalam Bait Allah sementara Yohanes 8:31 mengajarkan bahwa Dia menyatakan hal itu kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya. Teori Yesus hanya memaki sama sekali tidak masuk akal. Yesus Kristus adalah Allah. Apa yang dikatakan-Nya adalah kebenaran karena di dalam Dia tidak ada dusta. Baik ketika sedih, gembira, marah bahkan ketika putus asa, semua yang diucapkan-Nya adalah benar. Dia menyatakan dengan TEGAS dan GAMBLANG bahwa orang Yahudi adalah ANAK IBLIS. Mustahil menyangkal ucapan-Nya. Maka seorang berkata kepada-Nya: “Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau.” Matius 12:47 Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?” Matius 12:48 Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Matius 12:49 Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” Matius 12:50 Karena yakin Iblis adalah malaikat yang memberontak sementara malaikat tidak bisa mengawini manusia itu sebabnya bangsa Yahudi mustahil keturunan Iblis secara jasmani maka para teolog mengajarkan bahwa yang dimaksudkan oleh Kristus adalah keturunan Iblis secara rohani. Mereka lalu menggunakan kisah Yesus menyangkal Maria sebagai Ibu dan anak-anak Maria sebagai saudara-saudara-Nya untuk mendukung ajaran bangsa Yahudi adalah keturunan rohani Iblis. Mereka mengajarkan bahwa Yesus menyebut orang-orang Yahudi anak Iblis karena mereka melakukan keinginan-keinginan Iblis sama seperti Dia menyebut murid-murid-Nya saudara karena mereka melakukan kehendak Allah Bapa di sorga. Ajaran demikian walaupun nampak seolah-olah alkitabiah namun sesungguhnya sangat menyesatkan karena bertentangan dengan ajaran Alkitab. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Yohanes 8:23 Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.” Yohanes 8:24 Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia.” Yohanes 8:26 Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Yohanes 8:28 Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Yohanes 8:29 Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?” Yohanes 8:33 “Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. Yohanes 8:37 Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu.” Yohanes 8:38 Jawab mereka kepada-Nya: “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Yohanes 8:39 Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku. Yohanes 8:42 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. Yohanes 8:44 Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku. Yohanes 8:45 Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku? Yohanes 8:46 Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah.” Yohanes 8:47 Yesus menamai diri-Nya Anak Allah dengan menyebutkan alasan-alasannya: 1. Aku dari atas 2. Aku bukan dari dunia ini 3. Dia yang mengutus Aku 4. Apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia 5. Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri 6. Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku 7. Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya 8. Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan 9. Aku keluar dan datang dari Allah 10. Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku Yesus menyatakan bangsa Yahudi bukan anak-anak Allah dengan alasan-alasan: 1. Kamu berasal dari bawah 2. Kamu dari dunia ini 3. Kamu berusaha untuk membunuh Aku 4. Firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu 5. Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham 6. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri 7. Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku 8. Kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu 9. Kamu tidak dapat menangkap firman-Ku 10. Iblislah yang menjadi bapamu 11. Karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku 12. Kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah Silahkan pelajari Yohanes 8:23-47 dengan teliti lalu jawablah petanyaan-pertanyaan di bawah ini. Apakah Yesus Kristus menjadi Anak Allah karena Dia melakukan semua kehendak Allah atau Dia melakukan semua kehendak Allah karena Dia Anak Allah? Yesus Kristus melakukan semua kehendak Allah karena Dia Anak Allah! Apakah Yesus Kristus keluar dan datang dari Allah karena Dia melakukan semua kehendak Allah atau Dia melakukan semua kehendak Allah karena Dia keluar dan datang dari Allah? Yesus Kristus melakukan semua kehendak Allah karena Dia keluar dan datang dari Allah! Apakah Allah mengutus karena Yesus Kristus melakukan semua kehendak-Nya atau Yesus Kristus melakukan semua kehendak Allah karena Dia utusan Allah? Yesus Kristus melakukan semua kehendak Allah karena utusan Allah! Apakah Yesus Kristus bukan dari dunia ini karena Dia melakukan semua kehendak Allah atau Dia melakukan semua kehendak Allah karena Dia bukan dari dunia ini? Yesus Kristus melakukan semua kehendak Allah karena Dia bukan dari dunia ini! Handai taulan sekalian, setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, bukankah nampak gamblang sekali bahwa ajaran bangsa Yahudi anak rohani Iblis bertentangan dengan ajaran Alkitab? Yesus menyangkal Maria sebagai ibu-Nya dan anak-anak Maria sebagai saudara-saudara-Nya karena Dia bukan keturunan jasmani Maria. Walaupun dikandung dan dilahirkan oleh Maria namun Dia tidak berasal dari Maria. Rahim Maria hanyalah WADAH yang digunakan oleh Allah untuk membesarkan janin Kristus. Itu sebabnya Kristus menyatakan dengan tegas dan gamblang bahwa Dia berasal dari Atas, keluar dan datang dari Allah, bukan dari dunia ini. Untuk disebut anak Iblis bangsa Yahudi harus keluar dan datang dari Iblis. Iblis mustahil malaikat karena malaikat tidak beranakpinak apalagi menciptakan manusia. Iblis mustahil Allah. Iblis adalah manusia. Selain Allah hanya manusia yang darinya keluar dan datang manusia. Yesus menyatakan bahwa Iblis adalah pembunuh dan pendusta sejak semula, tidak ada kebenaran di dalamnya. Di dunia ini ada dua jenis makluk yang bisa dibunuh yaitu manusia dan binatang. Alkitab mencatat bahwa pembunuh binatang pertama di dunia adalah TUHAN Allah. Mustahil Iblis adalah TUHAN Allah. Pembunuh manusia pertama di dunia adalah Kain. Mungkinkah Iblis adalah Kain? Tidak mungkin! Alkitab mencatat dengan gamblang bahwa orang Yahudi bukan keturunan Kain namun keturunan Set. Kain mustahil Iblis karena penipu pertama di dunia adalah ular dan ketika ular menipu Hawa Kain belum lahir. Iblis adalah ular. Dia menipu Hawa untuk membunuhnya karena dia tahu, apabila TUHAN Allah tidak membual maka Hawa akan mati pada hari dia makan buah pengetahuan. Namun, bila Allah membual, maka dia menjadi seperti Allah. Si Ular Tua Bukan Ular Sejati Selain kisah ular menggoda Hawa, di dalam Alkitab tercatat kisah Keledai berbicara kepada Bileam tuannya (Bilangan 22:20-35). TUHAN membuka mulut keledai itu sehingga ia berkata-kata kepada Bileam. Selain kedua kisah tersebut tidak ada lagi kisah tentang manusia ngobrol dengan binatang. Ada ular jantan ada ular betina. Untuk berkembangbiak ular jantan harus mengawini ular betina. Walaupun tidak tahu ular jantan atau betina yang menggoda Hawa, namun kita tahu hanya satu ular yang menggoda Hawa. Dari mana kita tahu hal demikian? Dari cara Allah mengutuknya. TUHAN Allah menciptakan sepasang ular berkaki. Salah satu ular menggoda Hawa. TUHAN Allah hanya mengutuk satu ekor. Ada dua ekor ular, yang satu berjalan dengan kaki yang lainnya melata karena tidak punya kaki. Apa yang terjadi dengan pasangan ular tersebut ketika berkembang biak? Semua ular menjadi tidak berkaki. Ha ha ha ha ha …. Untuk meyakini hal demikian, anda harus berkata, “Tidak ada yang mustahil bagi Allah.” Namun sayang, untuk hidup dengan keyakinan demikian anda harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dulu. Bukankah yang dikutuk itu hanya si ular tua, bukan keturunannya? Walau tidak dikutuk, kenapa dari generasi ke generasi semua ular melata? Yang berkaki tidak pernah disebut ular. Bukankah keturunan ular HANYA dikutuk bermusuhan dengan keturunan perempuan? Kenapa kutukan itu tidak menjadi kenyataan? Bukankah seharusnya manusia dan ular saling menyerang untuk saling memusnahkan? Apabila yang menggoda Hawa adalah ular sejati maka ular pasti sudah musnah dari dunia ini karena dibunuh oleh manusia untuk menggenapi kutukan Allah. Apabila ular sejati yang menggoda Hawa, bukankah tugas pertama keturunan Hawa adalah memusnahkan ular untuk menggenapi kutukan Allah? Apabila yang menggoda Hawa adalah ular sejati, bukankah yang pertama dilakukan oleh bangsa Yahudi adalah memusnahkan seluruh ular di muka bumi ini untuk menggenapi kutukan Allah? Apabila yang menggoda Hawa adalah ular sejati, bukankah orang Kristen seharusnya memusnahkan seluruh ular di muka bumi ini untuk menggenapi kutukan Allah? Kenapa manusia dan ular tidak saling memusnahkan dari generasi ke generasi untuk menggenapi kutukan Allah? Mustahil kutukan Allah tidak menjadi kenyataan bukan? Ular hanya melahirkan anak ular, mustahil ular melahirkan manusia. Karena ular mustahil melahirkan manusia, maka mustahil bangsa Yahudi keturunan ular. Karena bangsa Yahudi mustahil keturunan ular, itu berarti bukan ular sejati yang menggoda Hawa. Hawa menamai penggodanya Ular. Apabila bukan ular yang menggodanya, kenapa Hawa menamainya ular? Mungkin karena dia selalu merasa jijik setiap kali berhadapan dengan ular, itu sebabnya ketika merasa sebal setengah mati karena setelah menipunya Adam justru menjadikannya kambing hitam, dia merasa jijik dengan perilaku Adam sehingga menjulukinya Ular. Mungkin juga karena Hawa melihat seekor ular sedang merayap diam-diam ketika dia mencari kambing hitam, itu sebabnya dia menyebut kambing hitam itu Ular. Alkitab sama sekali tidak menjelaskan kenapa Hawa menyebut penggodanya ular. TUHAN Allah tahu siapa yang menggoda Hawa. Apabila yang menggoda Hawa bukan ular, kenapa TUHAN Allah menyebut penggoda itu Ular? TUHAN Allah menyebut penggoda itu Ular karena Hawa menamainya Ular. Bukankah ada tertulis, “… dan seperti nama yang diberikan Adam kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.”? Apakah Hawa memiliki kuasa memberi nama? Hawa memiliki kuasa demikian. Setelah menamai perempuan itu Hawa maka Adam diam seribu bahasa. Hawalah yang menamai anak-anak mereka. Si Ular Tua Bukan Malaikat Apabila yang menggoda Hawa adalah malaikat, itu berarti malaikat punya kemampuan untuk mencipta dan mengubah wujudnya menjadi ular. Apabila malaikat punya kesaktian demikian, kenapa dia tidak tampil dalam wujud manusia atau binatang lain yang lebih indah? Apabila malaikat punya kesaktian demikian, kenapa tidak ada catatan lain di dalam Alkitab tentang Iblis menggoda manusia dalam wujud manusia atau binatang? Satu-satunya binatang yang berbicara dalam bahasa manusia yang tercatat di dalam Alkitab adalah keledai Bileam dan kita tahu TUHAN Allahlah yang membuatnya berbicara. Sebagian teolog mengajarkan bahwa yang menggoda Hawa adalah malaikat sementara ular hanya alat belaka. Malaikat itu merasuki ular dan berbicara kepada Hawa. Satu-satunya catatan roh jahat merasuki binatang di dalam Alkitab adalah kisah Legion merasuki babi. Alkitab mencatat dengan gamblang bahwa untuk merasuki babi yang binatang haram Legion minta izin atau perintah dari Kristus alias Allah. Dan ketika merasuki babi, Legion tidak berkuasa untuk mengendalikan mereka. Banyak teolog yang mengajarkan bahwa babi-babi yang haram itu terjun ke air karena Legionlah yang mengendalikan mereka. Apabila Legionlah yang mengendalikan babi-babi itu bunuh diri, kenapa mereka tidak mengendalikan orang Gerasa itu bunuh diri sehingga bisa merasuki orang lainnya? Apabila roh jahat boleh merasuki manusia dan binatang seenak jidatnya, kenapa Legion yang jumlahnya 2000-an roh jahat hanya merasuki satu tubuh? Bukankah dengan menyebar lebih efektif dan efisien untuk memusnahkan manusia? Kenapa Legion tidak membuat orang Gerasa itu sakti mandraguna, bukankah cara demikian lebih efektif dan efisien untuk menyesatkan manusia? Kenapa Legion tidak membuat babi-babi haram itu berbicara bahasa manusia? Bukankah dengan demikian, akan banyak manusia yang disesatkan? Handai taulan sekalian, bukankah kisah Legion dan orang Gerasa adalah bukti tak terbantah bahwa malaikat mustahil merasuki ular lalu menggoda Hawa? Iblis bukan malaikat karena malaikat tidak memiliki keturunan. Yesus Kristus mengajarkan bahwa bangsa Yahudi ingin melakukan kehendak Iblis karena mereka adalah anak Iblis, bukan keinginan melakukan kehendak Iblis yang menjadikan bangsa Yahudi anak Iblis. Yesus menyatakan dengan gamblang bahwa bangsa Yahudi adalah keturunan jasmani Iblis. Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman; 2 Petrus 2:4 Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar, Yudas 1:6 Kedua ayat tersebut di atas mengajarkan bahwa malaikat-malaikat yang berbuat dosa dikurung di dalam neraka atau gua-gua yang gelap atau dunia kekelaman sampai hari penghakiman. Ajaran malaikat berdosa diberi kuasa untuk petantang petenteng di dunia mengganggu manusia bukan ajaran Alkitab. Bukankah kedua ayat tersebut adalah jaminan 100% bahwa Iblis bukan malaikat? Sebab, bila Iblis adalah malaikat maka dia pasti dikurung dalam neraka begitu memberontak. Si Ular Tua Pasti Manusia Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.” Kejadian 3:22 Kejadian 3:22 adalah JAMINAN 100% bahwa Iblis MUSTAHIL malaikat. Para teolog boleh menggunakan jurus tafsir 1001 mimpi sampai kuda gigit jari namun mustahil menyangkal kebenaran di dalam ayat tersebut. Inilah skenario Iblis adalah malaikat yang diajarkan oleh para teolog. Malaikat diciptakan sebelum Allah menciptakan langit dan bumi. Dia tinggal di sorga bersama Allah. Salah satu malaikat memberontak sebelum Allah menciptakan langit dan bumi. Karena pemberontakannya maka Iblis pun menjadi musuh Allah. Setelah menciptakan sorga dan dunia, Allah lalu membuang Iblis dan malaikat-malaikatnya ke bumi. Ketika Allah menciptakan Adam dan Hawa Iblis pun luntang-lantung di taman Eden. Iblis lalu menggoda Hawa melalui ular. Dia menggoda Hawa karena tahu Hawa lebih mudah tergoda dibandingkan Adam. Hawa lebih mudah tergoda karena Dia tidak mendengar perintah langsung dari Allah. Adam lebih hebat, itu sebabnya Iblis tidak menggodanya. Adam yang lebih hebat itu makan buah pengetahuan karena mendengarkan Hawa bukan karena godaan Iblis. Adam lebih tahan godaan, itu sebabnya Iblis menggoda Hawa. Karena tergoda maka Hawa pun menjadi anak Iblis. Allah kehilangan hak cipta-Nya atas manusia ketika Adam dan Hawa berdosa. Iblis mendapatkan hak cipta atas manusia ketika Adam dan Hawa berdosa. Allah ngamuk karena perintah-Nya dilanggar. Allah lalu mengusir Adam dan Hawa dari taman Eden. Karena manusia berdosa, maka Allah menjatuhkan hukuman yaitu Adam dan Hawa serta seluruh umat manusia mustahil tidak berbuat dosa. Artinya Adam dan seluruh keturunannya HANYA bisa berdosa dan tidak bisa tidak berdosa. Allah itu kudus dan antitesis mutlak dari dosa dan pembenci kejahatan. Itu sebabnya walaupun tahu umat manusia HANYA bisa berdosa dan tidak bisa tidak berdosa karena hukuman-Nya namun Allah tetap menuntut kekudusan dari umat manusia. Kudus berarti tidak berbuat jahat. Tidak berbuat jahat berarti tidak berdosa. Tidak berdosa berarti tidak melanggar perintah Allah. tidak melanggar perintah Allah berarti TAAT. Mustahil Allah memerintah Allah. Mustahil Allah tidak menaati Allah. Itu sebabnya para teolog reformed mengajarkan bahwa Allah itu kudus dan antitesis mutlak dari dosa dan pembenci kejahatan. Apabila yang diajarkan para teolog itu benar, bagaimana dengan masalah ini? Allah memberi sepuluh hukum kepada bangsa Israel untuk ditaati. Salah satu hukumnya berbunyi, “Jangan membunuh!” Semua yang melanggar perintah itu harus dihukum mati. Allah lalu memerintahkan bangsa Israel memusnahkan bangsa-bangsa yang tinggal di tanah Kanaan. Bangsa Israel bingung bukan alang kepalang! Membunuh berarti melanggar perintah Allah. tidak membunuh berarti tidak menaati perintah Allah. Allah itu kudus dan antitesis mutlak dari dosa dan pembenci kejahatan itu sebabnya yang melanggar perintah jangan membunuh harus dibunuh dan yang tidak menaati perintah untuk membunuh juga harus dibunuh. Bukankah itu berarti Allah melanggar perintah-Nya sendiri? Bukan! Itu namanya paradok. Apa itu paradok? Paradok artinya walaupun nampak bertolak belakang namun sesungguhnya saling mendukung. Membunuh berarti melanggar perintah, tidak membunuh berarti tidak taat. Bukankah itu yang disebut maju kena mundur kena? Bukankah itu yang disebut makan buah si malakama? Bukan! Itu namanya paradok! Kalau begitu mustahil tidak berdosa dong? Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Itu sebabnya para teolog reformed mengajarkan bahwa Allah itu kudus dan antitesis mutlak dari dosa dan pembenci kejahatan. Ha ha ha ha ha … Apabila yang diajarkan oleh para teolog itu benar, Iblis adalah malaikat yang memimpin sepertiga malaikat memberontak sebelum Adam dan Hawa berdosa, maka itu berarti sebelum Adam dan Hawa berdosa, sudah ada sepertiga lebih satu malaikat yang TAHU hal yang baik dan yang jahat. Setelah Adam dan Hawa berdosa, inilah yang tercatat di dalam Alkitab, “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” Apabila ajaran para teolog itu benar, bukankah itu berarti TUHAN Allah membual ketika mengucapkan kalimat tersebut di atas karena sesungguhnya ada sepertiga lebih satu malaikat yang sudah tahu apa itu yang baik dan yang jahat? Karena TUHAN Allah mustahil membual, bukankah itu berarti sebelum Adam dan Hawa berdosa tidak ada malaikat yang tahu hal yang baik dan yang jahat? Karena tidak ada malaikat yang tahu hal yang baik dan yang jahat, bukankah itu berarti tidak ada malaikat yang memberontak? Karena tidak ada malaikat yang memberontak, bukankah itu berarti Iblis mustahil malaikat? Karena Iblis mustahil malaikat, bukankah itu berarti Iblis adalah manusia? Hawa Yang Tergoda Namun Adam Yang Berdosa Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. Kejadian 3:6 Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” 3:12 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.” Kejadian 3:13 Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa. 1 Timotius 2:14 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Roma 5:12 Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang. Roma 5:14 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. Roma 5:15 Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran. Roma 5:16 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. Roma 5:17 Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Roma 5:18 Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. Roma 5:19 Paulus dengan tegas dan gamblang serta berulang-ulang mengajarkan bahwa dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut. Maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman. Oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu. Oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman. Oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa. Dari generasi ke generasi para teolog mengajarkan bahwa Adam dan Hawa berdosa karena godaan Iblis. Kejadian 3:1-6 dengan gamblang mencatat bahwa Hawalah yang tergoda. Di dalam 1 Timotius 2:14 Paulus menyatakan dengan tegas bahwa Hawalah yang tergoda. Hawa yang tergoda, namun kenapa Adam yang disalahkan? Hawa yang makan buah pengetahuan duluan kenapa dosa Adamlah yang menyebabkan maut menjalar kepada semua orang? Sebagian teolog mengajarkan bahwa Adam yang disalahkan walaupun Hawa yang tergoda karena dialah kepala PERJANJIAN. Walaupuan nampak seolah logis namun ajaran demikian sama sekali tidak masuk akal. Abraham adalah kepala perjanjian bangsa Israel dengan Allah. Kenapa Abraham tidak pernah disalahkan atas dosa-dosa bangsa Israel? Apabila ajaran demikian benar, bukankah seharusnya Musa yang disalahkan ketika bangsa Israel berdosa? Bukankah seharusnya para hakim, raja dan nabi serta imam yang disalahkan ketika bangsa Israel berdosa karena merekalah kepala perjanjian dalam generasi masing-masing? Sebagian teolog mengajarkan bahwa Adam yang disalahkan walaupun Hawa yang tergoda karena larangan makan buah pengetahuan hanya berlaku bagi Adam itu sebabnya TUHAN Allah hanya memberi perintah kepada Adam namun tidak kepada Hawa. Itu sebabnya, di Taman Eden, TUHAN Allah menyalahkan ular dan Adam namun sama sekali tidak menyalahkan Hawa. Di taman Eden Tuhan Allah hanya memberitahu Hawa kesulitan yang akan dia hadapi karena ular menggodanya dan Adam melanggar perintah makan buah pengetahuan. Ajaran ini walaupun nampak masuk akal namun sesungguhnya sangat menyesatkan. Hawa memahami larangan makan buah pengetahuan dengan baik dan dia menganggap larangan itu juga berlaku bagi dirinya. Apabila larangan tersebut tidak berlaku bagi Hawa, bukankah seharusnya TUHAN Allah memberitahu dia? Bukankah seharusnya Adam juga diberitahu sehingga dia tidak menyangka TUHAN Allah membual karena Hawa tidak mati walaupun telah makan buah pengetahuan? Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” Kejadian 3:4-5 Adam memang makan buah pengetahuan namun dia sama sekali tidak tergoda. Berbeda dengan Hawa yang menyatakan dirinya tertipu, Adam sama sekali tidak menyatakan bahwa dia tertipu atau tergoda. Tidak tergoda namun makan, itu berarti dia makan dengan penuh kesadaran. Walaupun tahu perintahnya dan tahu akibatnya serta sama sekali tidak tergoda, namun, kenapa Adam melanggar perintah? Satu-satunya alasan yang masuk akal adalah karena dia melihat Hawa yang makan duluan tidak mati. Karena Hawa tidak mati, itu berarti TUHAN Allah membual karena takut manusia menjadi seperti Allah. Mustahil menyangkal kebenaran yang diajarkan oleh Paulus dengan tegas dan gamblang serta berulang-ulang. Dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut. Orang itu adalah Adam. Itu berarti Adam adalah manusia pertama yang BERBUAT dosa atau Adamlah yang MENYEBABKAN manusia berdosa. Makan buah pengetahuan adalah dosa. Hawalah yang makan buah pengetahuan duluan. Hawa makan buah pengetahuan karena tertipu oleh ULAR. ULAR yang MENIPU Hawa adalah Adam. Adam manusia pertama yang berdosa. Adam juga manusia pertama yang menyebabkan manusia lain berdosa. Dosa masuk ke dalam dunia OLEH Adam lalu menjalar ke Hawa kemudian ke semua manusia yang dilahirkan perempuan. Itu sebabnya tertulis: Dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut. Orang itu adalah Adam. Adam Adalah Iblis Berapa banyak pengetahuan Adam dan Hawa sebelum keduanya makan buah pohon pengetahuan? Saya tidak tahu! Apakah keduanya menyadari bahwa mereka adalah nenek moyang umat manusia yang jumlahnya seperti bintang di langit? Saya tidak tahu! Namun saya tahu, di dalam kehidupan sehari-hari jarang sekali seseorang menjadikan kesadaran beranakcucu sebagai alasan untuk tidak melakukan sesuatu. Apakah Adam dan Hawa memahami arti kematian? Apabila mereka tidak memahami kematian, itu berarti ancaman kematian tidak berbobot sama sekali. Itu berarti keduanya sama sekali tidak memahami betapa pentingnya larangan makan buah pohon pengetahuan. Saya percaya, Adam dan Hawa memahami arti kematian. Mereka memang tidak memahaminya dengan melihat kematian manusia namun mereka memahaminya dengan melihat kematian binatang. Apabila memahami arti kematian, kenapa Hawa tidak takut mati? Karena dia percaya dengan apa yang dikatakan oleh Ular dan tergoda oleh rupa buah pengetahuan. Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. Pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Bukankah berpengetahuan itu baik? Bukankah makan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat akan mendatangkan pengetahuan? Kenapa Allah justru memberi perintah jangan makan? Kenapa buah yang mendatangkan pengetahuan justru membawa kematian? Mungkinkah Allah tidak mau disaingi, itu sebabnya Dia menakut-nakuti? Mati atau seperti Allah. Bagaimana membuktikan kebenarannya? Nampaknya itulah pikiran yang bergolak di benak Adam. Adam ingin menjadi seperti Allah. Dia menyangka Allah melarangnya makan buah pengetahuan karena tidak mau disaingi. Mati atau seperti Allah. Dia takut mati namun ingin seperti Allah. Bila buah pengetahuan memang membawa kematian, maka yang mati adalah Hawa. Bila buah pengetahuan tidak mematikan namun memberi pengetahuan maka yang disalahkan adalah Hawa karena dialah yang memetik dan memakannya lalu memberikannya kepada Adam. Itu sebabnya Adam menipu Hawa untuk makan buah pengetahuan. Ketika Hawa tidak mati setelah makan buah itu, Adam pun memakannya. Itu sebabnya Alkitab mencatat bahwa Hawalah yang tergoda, bukan Adam sebab Adamlah yang menggodanya. Itu pula sebabnya ada tertulis, bahwa dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut. Orang itu adalah Adam. Apa yang dilakukan Adam sangat kejam, licik dan tidak berperikemanusiaan.

Posted in 1 | Leave a Comment »

100% ANUGERAH ALLAH, 0% USAHA MANUSIA

Posted by warungpenonton pada Maret 15, 2010

100% ANUGERAH ALLAH, 0% USAHA MANUSIA. Itulah yang dikotbahkan di mimbar-mimbar gereja tentang keselamatan. Banyak orang Kristen MENG-IMANI hal tersebut, namun hanya sedikit yang benar-benar MEMAHAMInya. Kebanyakan orang Kristen yakin dalam hatinya, Keselamatan memang anugerah, disediakan oleh Tuhan, namun manusialah yang memutuskan untuk menerimanya atau tidak. Mana yang benar? Pengkotbah atau kebanyakan orang Kristen?

Di antara semua mujizat yang dilakukan Yesus, membangkitkan Lazarus merupakan kisah paling istimewa dan dasyat. Kisah ini dipersiapkan atau direkayasa oleh Yesus. kisah ini melibatkan secara lengkap semua unsur masyarakat bangsa Israel baik secara jasmani maupun rohani. Kisah ini tidak terbantahkan, karena situasi dan kondisinya mendukung. Kisah inilah yang memicu konspirasi untuk membunuh Yesus. Semuanya tercatat dalam Kitab Yohanes 11:1-57.

Saya sengaja mengutip ayat-ayat Yohanes 11:1-57 untuk menjamin anda benar-benar membaca kisah ini dan mengelompokkan ayat-ayat tersebut agar anda dapat merasakan faktor waktu dan emosi di dalam kisah tersebut.

Ketika membaca Alkitab, kebanyakan orang membacanya seolah membaca kitab undang-undang yang berisi pasal-pasal; terasa garing dan membosankan. Saya membaca Alkitab seperti membaca novel atau puisi; terlibat dalam kisah-kisahnya secara akal dan emosi; membuat kisah-kisah dalam Alkitab penuh warna-warna indah.

Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: “Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.” Yohanes 11:1-3

Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.” Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada; Yohanes 11:4,6

Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: “Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.” Maka kata murid-murid itu kepada-Nya: “Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh.” Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: “Lazarus sudah mati; tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya.” Yohanes 11:11-15

Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.” Yohanes 11:16

Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur. Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya. Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Yohanes 11:17-19

Maka kata Marta kepada Yesus: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.” Yohanes 11:21-22

Kata Yesus kepada Marta: “Saudaramu akan bangkit.” Kata Marta kepada-Nya: “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.” Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” Jawab Marta: “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.” Yohanes 11:23-27

Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: “Di manakah dia kamu baringkan?” Jawab mereka: “Tuhan, marilah dan lihatlah!” Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi: “Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!” Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: “Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?” Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. Yohanes 11:32 -38

Kata Yesus: “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.” Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” Yohanes 11:39-40

Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Yohanes 11:41-42

Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!” Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.” Yohanes 11:43-44

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya. Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. 11:45-46

Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. Yohanes 11:53

Karena merasa kisah ini unik, maka selama bertahun-tahun saya secara khusus membaca dan merenungkannya. Kisah ini dicatat dengan lengkap dan rinci. Ada banyak pertanyaan terlintas:

1. Kenapa Yesus membiarkan Lazarus mati selama 4 hari baru beraksi?

2. Siapa yang beriman ketika mujizat ini terjadi?

3. Apa makna kalimat “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia”?

4. Apakah Marta beriman?

5. Apakah Maria beriman?

6. Kenapa Yesus menangis?

7. Kenapa Yesus merasa masygul? Masygul itu apa?

8. Apakah Lazarus benar-benar mati?

9. Ketika batu terangkat, apakah tercium bau bangkai?

10. Kapan Lazarus hidup kembali?

Tiga pertanyaan terakhirlah yang paling banyak menyita perhatian saya. Apakah Lazarus benar-benar sudah mati?

Apakah Lazarus benar-benar sudah mati? Ketika batu penutup kubur terangkat, apakah tercium bau bangkai?

Lazarus pasti benar-benar sudah mati dan mayatnya membusuk ketika pintu kuburan dibuka.

Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya. Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.

Kita tidak dapat memastikan berapa banyak orang yang berkumpul saat itu, namun kejadian itu jelas dilakukan di hadapan umum, di depan banyak orang. Ingat perkataan Tomas yang disebut Didimus? “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.” Berapa banyak pengikut Yesus yang menyertai Dia saat itu untuk membelaNya, untuk mati bersama-sama dengan Dia?

Kata Yesus: “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.” Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”

Percakapan antara Yesus dan Marta pasti tidak dilakukan dengan bisik-bisik. Marta bukan satu-satunya orang yang memiliki pengetahuan bahwa mayat yang sudah dikubur selama 4 hari pasti membusuk dan berbau busuk. Ketika Yesus menyuruh mengangkat batu penutup kuburan, Dia pasti tidak mengatakannya di dalam hati atau berbisik-bisik dan jelas dia tidak menyuruh Marta untuk melakukan hal itu, kemungkinan besar perintah itu ditujukan kepada para murid dan pengikutnya yang laki-laki. Ketika berkata, “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati,” Marta mungkin mengatakannya dengan berbisik, namun pasti jelas terdengar oleh beberapa orang-orang lainnya. Di antara kerumunan pasti muncul bisik-bisik tentang perintah Yesus dan pernyataan Marta bahwa mayat Lazarus sudah membusuk.

Nah, ketika batu gua di geser, bau bangkai pasti menyebar memenuhi udara. Sebab bila tidak ada bau busuk yang menyebar, pasti terjadi kegemparan.

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya. Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu.

Bila tidak ada bau bangkai yang menyebar, reaksi penonton pasti tidak akan seperti yang tercatat dalam kitab Yohanes tersebut.

Mungkinkah bau bangkai yang menyebar itu bukan bau bangkai Lazarus? Mungkinkah itu bau bangkai kerabat Lazarus yang dikuburkan sebelumnya?

Tidak mungkin! Kalau anda membaca buku “DINASTI YESUS – Sejarah Tersembunyi Yesus, Keluarga Kerajaan-Nya dan Kelahiran Kekristenan” yang ditulis oleh James D. Tabor yang terjemahan Indonesianya diterbitkan oleh Gramedia, maka anda akan mengerti tentang tradisi penguburan bangsa Yahudi pada jaman itu. Bangsa Israel memiliki tradisi penguburan yang hampir sama dengan tradisi penguburan bangsa Tiongkok kuno. Setelah mayat membusuk, tulang belulangnya lalu di simpan dalam Osuarium (kotak batu). Di samping itu, bau busuk mayat yang telah lama dikuburkan jelas berbeda dengan bau busuk mayat yang baru dikuburkan 4 hari.

Kapan Lazarus bangkit? Kapan Lazarus hidup kembali? Setelah Yesus berseru? Ketika Yesus berseru? Sebelum Yesus berseru?

SETELAH YESUS BERSERU!

90% orang Kristen yang saya tanya, menjawab bahwa Lazarus bangkit setelah Yesus berseru, “Lazarus, marilah ke luar!” Kenapa? Karena seruan Yesus itulah yang membangkitkan Lazarus. BENARKAH? Salah, 100% salah! Kenapa salah? Karena bukan seruan Yesus itu yang membangkitkan Lazarus dari kematian.

Perhatikan dengan teliti seruan Yesus, “Lazarus, marilah ke luar!” Yesus bukan orang bodoh, Dia tahu pasti bahwa mayat yang telah membusuk selama 4 hari tidak dapat mendengar, jadi mustahil dia menyuruh Lazarus yang telah mati dan membusuk selama 4 hari untuk keluar. Mustahil Lazarus mendengar seruan itu. Perhatikan sekali lagi dengan teliti seruan Yesus, “Lazarus, marilah ke luar!” Yesus jelas tidak berseru kepada orang mati, namun Dia berseru kepada orang yang dikenalNya dan mengenalNya, orang yang Dia tahu pasti dapat mendengar dan mengenal seruannya.

Kita sudah meneliti kemungkinan terjadinya konspirasi antara Yesus dan Lazarus atau antara Yesus dan keluarga Lazarus (Marta & Maria) di mana Lazarus pura-pura mati dan Yesus pura-pura membangkitkannya. Pada saat itu Yesus ada nun jauh di kota lain dengan para pengikutnya. Keluarga Lazarus bukan keluarga sembarangan, tetapi keluarga terkemuka. Itu sebabnya Alkitab mencatat.

Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.

Mustahil Marta dan Maria yang memandikan, mengkafani dan mengusung mayat Lazarus ke makam, kalaupun keduanya mampu melakukan, jelas itu bertentangan dengan hukum bangsa Israel. Kalaupun keduanya mau melakukan, mustahil orang-orang Yahudi yang datang mengizinkannya. Memalsukan kematian Lazarus jelas mustahil dilakukan karena harus melibatkan terlalu banyak orang dan banyak orang penting di dalamnya. Bila seorang tokoh terkemuka meninggal, maka anda bisa membayangkan, siapa saja yang akan datang membantu.

Nah, karena mustahil terjadi konspirasi memalsukan kematian Lazarus, maka satu-satunya alasan untuk menyatakan bahwa Lazarus bangkit setelah Yesus berseru, “Lazarus, marilah ke luar!” adalah: YESUS ADALAH ORANG PALING GOBLOK DI DUNIA yang tidak tahu bahwa bangkai yang sudah membusuk tidak dapat mendengar seruanNya untuk keluar.

KETIKA YESUS BERSERU

9% orang Kristen yang saya tanya, menjawab bahwa Lazarus bangkit ketika Yesus berseru, “Lazarus, marilah ke luar!” Kenapa? Karena saat berseru itulah Yesus melepaskan kuasaNya dan Lazarus bangkit karenanya. BENARKAH? Salah, 100% salah! Kenapa salah? Karena itu bukan saat Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian.

Analisanya sama dengan analisa tersebut di atas, ditambah dengan kalau Lazarus bangkit ketika Yesus berseru, maka pasti ada seruan Yesus yang tidak dia dengar karena pada saat itu dia masih bangkai yang telah membusuk 4 hari.

SEBELUM YESUS BERSERU

1% orang Kristen yang saya tanya, menjawab bahwa Lazarus TELAH BANGKIT ketika Yesus berseru, “Lazarus, marilah ke luar!” Kenapa? Karena pada saat berseru Yesus tahu pasti Lazarus telah bangkit dan dapat mendengar suaraNya dan mengenali suaraNya. Itu sebabnya Dia berseru “Lazarus, marilah ke luar!” Seruan Yesus ditujukan untuk menyuruh Lazarus keluar dari makam, bukan untuk membangkitkan Lazarus dari kematian. BENARKAH? Benar 100%!

Alkitab mencatat, 3 kali Yesus melakukan mujizat membangkitkan orang mati. Kita sudah mempelajari salah satunya. Mari kita lihat apa yang dilakukan dan dikatakan oleh Yesus dalam dua mujizat lainnya.

Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: “Talita kum,” yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!” Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub. Markus 5:41-42

Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. Lukas 7:14

Anda melihat konsistensinya? Bangkitkan dulu dari kematian, baru berbicara kepadanya. Apa yang dapat kita pelajari dari ketiga kisah tersebut? Coba anda teliti kedua kisah tersebut. “Talita Kum!” yang artinya “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!” Nah, coba rasakan, ketika Yesus mengucapkan kalimat tersebut, apakah dia mengucapkannya dengan penuh kuasa kepada mayat atau dia mengucapkannya dengan penuh kasih kepada orang hidup? Perhatikan pula reaksi orang yang dibangkitkan tersebut.

APA YANG TERJADI DI DALAM MAKAM?

Apa yang terjadi dengan Lazarus di dalam makam? Tiba-tiba dia sadar, menemukan dirinya di tempat yang aneh, menemukan pakaiannya yang aneh kemungkinan besar bau bangkai menyengat hidungnya. Kita tidak tahu apa yang melintas dalam pikirannya. Berapa lama waktu yang dia perlukan untuk menyadari keadaannya? Sadarkah dia bahwa dia ada di dalam kuburan? memakai kain kafan? Apakah dia menyadari bahwa kain kafan yang dikenakannyalah yang menyebarkan bau bangkai?

Tiba-tiba dia mendengar sebuah suara, “Lazarus, marilah ke luar!” Sebuah suara yang dia kenal baik, sebuah suara dari orang yang dia kasihi dan mengasihinya. Pada saat itu dia memiliki dua pilihan. Pertama, mengabaikan suara tersebut, kedua, menjawab panggilan suara tersebut dan keluar. Benarkah pada saat itu Lazarus memiliki DUA pilihan? Memang benar, Lazarus memiliki hak untuk memilih diam atau keluar, namun sesungguhnya dia tidak punya pilihan.

Sebagai mayat, Lazarus tidak peduli di mana dia ditempatkan, tetapi sebagai orang hidup dia tahu, tempat yang dia diami saat itu bukan tempatnya, pakaian yang dia pakai saat itu, bukan pakaiannya. Lazarus bisa saja mengeraskan hati, menolak panggilan Yesus, tetapi cepat atau lambat dia pasti keluar.

Firman Tuhan katakan. “Upah dosa adalah maut, mati. Ketika Adam dan Hawa berdosa, mereka tidak mati” Apakah itu berarti Tuhan berdusta? Tidak! Karena pada saat Adam dan Hawa tidak taat, maka saat itu mereka kehilangan “kodrat kemanusiannya.” Kodrat manusia adalah taat kepada Allah. Jadi saat itu, di mata Allah, mereka sudah mati. Kita menyebutnya mati rohani.

Suatu saat, Tuhan membangkitkan rohani seseorang dari kematian. Karena rohaninya hidup, maka dia mengerti kebenaran Firman Tuhan. Karena mengerti kebenaran, orang tersebut dapat memilih, mengabaikannya atau mengikutinya. Walaupun mencoba mengeraskan hati, tetapi itu hanya masalah waktu, sebab sekali mengerti kebenaran maka cara hidupnya yang lama tidak cocok lagi baginya.

Itulah yang dimaksud dengan “Keselamatan adalah 100% usaha Tuhan dan 0% usaha manusia.” Itulah yang dimaksud dengan “Keselamatan adalah anugerah.

Banyak orang Kristen (PENGIKUT KRISTUS) mengimani bahwa Keselamatan adalah 100% usaha Tuhan dan 0% usaha manusia namun hanya sedikit yang benar-benar memahaminya dengan benar. Semoga, setelah membaca tulisan ini anda memahaminya. Memahami bahwa seseorang menjadi Kristen bukan karena dia menjawab panggilan Tuhan, bukan karena dia memutuskan untuk menjadi Kristen, bukan karena dia memilih untuk menjadi Kristen.

SEORANG KRISTEN MENJADI KRISTEN KARENA DIA TIDAK PUNYA PILIHAN SELAIN MENJADI KRISTEN.

Lazarus keluar dari kuburan bukan karena dia memutuskan atau memilih untuk keluar, tetapi karena dia tidak punya pilihan untuk tidak keluar. Dengan kondisi seperti itu, apa yang bisa dibanggakan oleh oleh Lazarus? TIDAK ADA! Apakah dia dapat membanggakan diri, bahwa walaupun Yesus Kristus telah membangkitkannya dari kematian dan memanggilnya untuk keluar dari kuburan, namun bila dia menolak pangilan tersebut, maka semua yang telah dilakukan Yesus menjadi sia-sia.

Apakah seorang Kristen dapat membanggakan diri dengan menyatakan, bahwa walaupun Yesus sudah menebus dirinya dari murka Allah dan memanggilnya untuk dikuduskan, namun bila dia menolak panggilan tersebut, maka semua yang telah dilakukan Yesus Kristus menjadi sia-sia? TIDAK DAPAT!

Itulah yang mengilhami almarhum Dr. Bill Bright, pendiri Campus Crusade For Christ International mendefinisikan penginjilan sebagai:

Berhasilnya suatu penginjilan adalah menceritakan tentang Kristus kepada orang lain di bawah bimbingan Roh Kudus dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan (Tuhan yang menetapkan hasilnya).

Sebagai orang Kristen, tugas anda hanya menceritakan tentang Kristus kepada orang lain, bukan menghina agamanya, bukan menakut-nakutinya, bukan mengatas namakan Tuhan menjanjikan kemakmuran dan hidup sukses, apa lagi memaksanya. Tugas anda hanya menceritakan tentang Kristus, yang lainnya adalah urusan Allah dan orang tersebut.

Sebelum Tuhan membangkitkan rohaninya, sampai berbusa anda meyakinkannya, percuma. Sekali Tuhan membangkitkan rohaninya, maka anda tidak perlu lagi menghina agamanya, menakut-nakutinya, mengatas namakan Tuhan menjanjikan kemakmuran dan hidup sukses, apa lagi memaksanya.

Dengan kondisi seperti itu, apa yang dapat dibanggakan oleh seorang pengkotbah ketika seseorang menyatakan dirinya terpanggil menjadi orang Kristen dalam kebaktian yang dia pimpin? TIDAK ADA! Apa yang dapat anda banggakan ketika sesorang mengambil keputusan untuk mengikut Yesus Kristus pada saat mendengar Injil dari anda? TIDAK ADA! Semuanya adalah 100% anugerah, semuanya adalah 100% arya Allah dan semuanya 0% usaha manusia

Posted in 1 | Leave a Comment »

Ponari : usaha-usaha menjual mimpi…

Posted by warungpenonton pada Februari 26, 2009

Salam para pembaca,

Siapakah yang tidak kenal dengan nama Ponari, bocah asal Jombang yang dihebohkan secara tidak tersengaja telah menemukan “Batu Sakti” yang konon berkhasiat bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Menurut rumor,Ponari diceritakan menemukan sebuah batu sakti disaat sedang bermain-main dibawah guyuran hujan.Pada saat itu, dikatakan bahwa Ponari sempat “disambar” oleh geledek, sebelum ahirnya menemukan jodoh dengan batu sakti mandraguna yang kemudian menghebohkan seantero Jombang.

Sejak saat itu beredarlah kabar seantero Jombang bahwa batu temuan Ponari ternyata memiliki isi/ penghuni yang dikenal dengan panggilan Rono ( roh batu kok namanya rono..he he he..).

Beredar juga kabar bahwa roh penghuni batu tersebut telah memerintahkan bocah Ponari untuk memulai praktek pengobatan bagi khalayak ramai.

Pokoknya khasiat batu tersebut dikatakan sangatlah multi fungsi, multi guna, dan sangat tokcer.Segala macam jenis sakit penyakit dipercaya dapat disembuhkan melalui teknik pengobatan ala Ponari yang tentunya dilakukan dengan bantuan media batu nan sakti mandraguna.

Mungkin banyak diantara para pembaca yang sudah mengetahui bahwa teknik penyembuhan yang dilakukan oleh Ponari melibatkan/menggunakan medium air, dimana air putih/mineral biasa dipercaya akan berubah menjadi air sakti berkhasiat jika sampai bersentuhan dengan si batu sakti.Oleh karena itu maka Ponari dalam pelaksanaannya seringkali mencelupkan batu sakti tersebut kedalam gelas/wadah air ,sebelum air rendaman batu sakti tersebut diminumkan kepada orang-orang yang ingin sembuh dari penyakit yang mereka derita.

INDONESIA/

“Ponari mencelupkan batu ke media air”

Para pembaca yang budiman, jika kita menyingkapi fenomena Ponari maka sekilas kita akan berpikir mengenai kemampuan penyembuhan ala Ponari dan Batu Ajaibnya. Apakah betul Ponari dan batu Ajaib bisa menyembuhkan bermacam-macam penyakit seperti yang dikatakan oleh banyak orang?

Apakah betul bahwa roh penunggu batu milik Ponari mempunyai kesaktian yang bisa menyembuhkan sakit penyakit? Penulis seringkali bertanya-tanya di dalam hati mengenai hal-hal tersebut.Alangkah hebatnya Ponari dan Batu Ajaib made in Jombang tersebut jika memang benar-benar mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit tampa melalui media obat-obatan.

Jikalau memang benar batu yang dicelupkan kedalam air dapat meyembuhkan beragam penyakit, tentunya ini merupakan sebuah penemuan yang besar!!!!!

Sampai saat ini saya masih rajin mengikuti perkembangan berita tentang Ponari.Bukan apa-apa…… saya sedang menunggu berita tentang orang-orang yang berniat untuk menyelidiki dan meneliti batu dan air ala Ponari secara ilmiah agar dapat dijelaskan apa yang sebenarnya dipercaya oleh masyarakat Jobang tersebut.

Memang heran, setelah beberapa korban jiwa berjatuhan serta munculnya kabar tentang kemungkinan penipuan serta pembodohan masyarakat, pemerintah pusat dan daerah masih saja acuh beiii’beeh dalam menanggapi kasus Ponari. Alih-alih meneliti air dan fenomena batu ajaib, mentri kesehatan malah tidak berani mengemukakan opininya terhadap kasus Ponari ( cuplikan berita ttg Menkes-Ponari klik di sini).

Pemerintah daerah juga malah terkesan melindungi praktek-praktek ala Ponari di sekitar Jombang.Apakah mungkin ,Jombang yang juga terkenal sebagai kota Santri ternyata banyak berisikan orang-orang yang percaya kepada tahayul/mistik ?

Hanya ada dua kemungkinan atas kesaktian Ponari:

1) Ponari benar-benar sakti dan bisa menyembuhkan.

2) Ponari hanyalah alat yang digunakan untuk mendukung kepercayaan mistik yang digunakan untuk alat pencetak uang….alias….semua kabar tentang Ponari adalah Bo’ong besar!!!!!

Nah, siapakah yang seharusnya bertanggung jawab untuk menjari jawaban atas hal-hal di atas?

Pemerintah? rakyat Jombang? Pemda Jombang? MUI? FPI?

Pada kemana orang-orang yang biasanya suka sok concern…..kok nggak kelihatan batang hidungnya?

Sekarang ini, selain Ponari juga telah muncul Dewi yang juga mengaku memiliki batu ajaib.Yang lebih lucu lagi adalah pengakuan dari pihak Dewi yang mengaku bahwa penunggu batu miliknya bersaudara dengan penunggu batu milik Ponari ( aya-aya wae…).

Para pembaca yang budiman, mungkinkah fenomena Ponari menular ke daerah-daerah lain di kemudian waktu?Mengingat tidak adanya tindakan pengawasan dari pemerintah serta pihak-pihak berwenang yang terkait.

Kasus Ponari jika diamati secara cermat terlihat sebagai sebuah fenomena dimana kelompok masyarakat yang masih mempercayai hal-hal tahayul dan irasional ,termakan umpan serta bereaksi terhadap Ponari (sebagai pihak yang melemparkan umpan).

Ponari memang hanyalah seorang bocah yang masih polos.Akan tetapi di belakang Ponari terdapat orang-orang dewasa yang bermain dan menyetir Ponari agar keadaan yang sedang berlangsung dapat memberikan hasil yang maksimum bagi mereka.

Ponari sekarang telah berkembang menjadi sebuah alat penghasil uang bagi pihak-pihak tertentu.Uang pulalah yang menjadi pemikat bagi duplikat-duplikat Ponari di sekitar Jombang untuk memulai praktek pengobatan ala Ponari.

Selain daripada hal-hal di atas, penulis kembali menekankan beberapa point yang tentunya sering menjadi pertanyaan seputar praktek pengobatan ala Ponari.

Beberapa pertanyaan seperti:

Siapakah yang pernah mencatat jenis-jenis penyakit yang pernah disembuhkan oleh Ponari?

Siapakah yang tahu persis, berapa jumlah orang yang telah sembuh dan yang tidak sembuh setelah meminum air Ponari?

Kemanakan orang-orang yang pernah disembuhkan oleh Ponari, bagaimanakah nasib mereka?

Apakah terdapat perubahan terhadap air, sebelum dan sesudah dicelup dengan batu Ponari?

Pertanyaan-pertanyaan di atas sepertinya sengaja dibiarkan tidak terjawab, oleh karena tidak adanya pihak-pihak yang pedulu untuk mencari tahu akan hal-hal tersebut.Keadaan juga diperparah dengan pemerintah yang terkesan menutup sebelah mata terhadap kasus Ponari.

Selama pihak pemerintah dan pihak berwenang terkesan hanya berdiam diri, maka Ponari-ponari lain akan terus bermunculan.Proses pembodohan masyarakat akan terus berlangsung,dimana tentunya hanya akan menghasilkan kualitas masyarakat yang antipati terhadap hal-hal yang rasional.

Menyedihkan memang….tapi memang itulah keadaan masyarakat kita.Masyarakat yang sangat percaya terhadap hal-hal tahayul dan mistik melebihi akal pikiran rasional.masyarakat yang memilih air Ponari daripada obat doktor.

sebagai penutup, penulis sekedar menghimbau para pembaca agar Fenomena Ponari tidak sampai terjadi di dalam komunitas ke-Kristenan (semoga…).

Di dalam komunitas Kristen, mungkin kita tidak akan menemui Ponari….. Akan tetapi terdapat kecenderungan dimana penyembuh-penyembuh Kristen juga beraksi mirip seperti Ponari.

Mungkin media yang mereka gunakan bukanlah batu ajaib beserta air.

Mungkin mereka juga bukan berwujud bocah kecil yang polos.

Para pembaca yang budiman….

Say NO kepada praktek ala Ponari!!!!!!

From OZ…far…far..away

Posted in 1 | Leave a Comment »

Tersudut

Posted by warungpenonton pada Oktober 24, 2008

“Memang sulit jika kita dalam keadaan tersudut serta diharuskan untuk memilih…”

Posted in 1 | Leave a Comment »