Warung Penonton

Kabar dari Pasar Klewer (SabdaSpace)

Harun Jusuf Membual Karena 12 Shio Memang Begini

Posted by warungpenonton pada Oktober 10, 2008

Kepada Para Pembaca,

Kembali penonton membawakan cuplikan artikel tulisan yang aslinya merupakan buah tulisan Sdr Hai-hai yang pada kesempatan ini akan membahas tentang tulisan-tulisan dari pada Sdr Harun Jusuf yang dapat juga  ditemukan dalam bentuk  buku.

Selamat menikmati…

Walaupun mengaku mantan praktisi hongsui profesional, namun Harun Jusuf bukan pengkotbah pertama yang mengajarkan tentang misteri kutuk dibalik 12 shio karena Pdt. Eddy Tatimu, Pdt. Dr. Eku Hidayat MA, Pdt. Markus Tan, Pdt. Theodores Tabaraka, Pdt. Gilbert Lumoindong, Ev. Daud Tony, Pdt. Vera Setiawan, Pdt. Paulus Yedid Yah, Pdt. Timotius Arifin, Ir. Herlianto MTh, dan banyak pengkotbah lainnya sudah mengajarkan hal yang sama. Atas dasar apa para pengkotbah itu mengajarkan keberadaan kutuk dibalik 12 shio? Kenapa tidak ada jemaat yang mempertanyakannya? Kenapa anda menerimanya sebagai kebenaran ajaran Kristen tanpa mempertanyakannya?

Memberanikan diri bertanya; Dalam bukunya yang berjudul Pertobatan Mantan Peramal dan Hong Sui, Harun Jusuf menulis:

Dari sudut pandang kerohanian, ini merupakan sarana iblis yang secara tidak langsung telah memakai mulut para orang tua untuk mengutuki anak-anak yang mereka lahirkan. Iblis tidak bisa mengutuki manusia karena manusia tidak berasal dari dia, sehingga dia menggunakan segala celah untuk menaklukan manusia. Pertobatan Mantan Peramal dan Hong Sui hal 88

Perlu diketahui bahwa sesungguhnya hanya ada tiga pihak yang bisa mengutuki kita sebagai manusia. Pertama adalah Tuhan yang menciptakan kita, kedua adalah orang tua yang melahirkan kita, ketiga adalah diri kita sendiri. Ibid. hal 88

Namun, kita yang beriman tentu percaya bahwa Tuhan yang kita agungkan tidak mungkin mengutuki manusia. Jadi, tinggal pihak orang tua dan diri kita sendiri yang bisa melakukan kutukan terhadap manusia itu sendiri. Kita yang telah mengenal jalan Tuhan harus berhati-hati dengan hal ini. Hal ini juga sudah dijelaskan dalam Firman Tuhan. Ibid. hal 89
Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi. Yakobus 3:9-10
Tuhan sangat tidak berkenan dengan Shio, karena di balik itu semua terdapat maksud dan rencana si jahat. Dalam Firman Tuhan ada contoh yang serupa dengan kepercayaan Shio yaitu yang disebut menilik hati binatang. Ibid. hal 89
Sebab raja Babel berdiri pada persimpangan jalan itu, pada awal kedua jalan itu untuk melakukan tenungan; ia mengocok panah, meminta petunjuk dari terafim dan menilik hati binatang. Yehezkiel 21:21
Dalam bahasa mandarin, Shio itu aslinya disebut “Sheng Xiao.” Sheng berarti hidup dan Xiao berarti bayangan, seperti, serupa, dan sebagainya. Bila orang tua mengatakan bahwa anaknya memiliki Shio ini dan Shio itu, maka berarti bahwa orang tua itu mengatakan anaknya serupa dengan binatang tersebut. Dan selanjutnya kita bisa melihat bahwa kehidupan, sifat, dan kepribadian anak tersebut akan berkembang serupa dengan Shio binatang tersebut. Jadi, tidak mengherankan bila di dalam diri manusia banyak terdapat sifat-sifat yang seharusnya bukan milik manusia. Ibid. hal 89
Perhatikan bayi-bayi yang baru lahir di rumah bersalin. Walaupun terdapat banyak bayi di sana tetapi tidak seorang bayipun yang wajahnya menyebalkan. Bayi tersebut semuanya berwajah polos-polos dan suci. Tetapi sesudah besar, perlahan namun pasti, sifat dan watak maupun jalan hidupnya akan identik dengan shio atau horoscope yang dipercayai itu. Bila hal ini terjadi, maka artinya bahwa Shio atau Horoscope itu mulai menguasainya. Hak untuk menentukan jalan hidup sendiri telah terambil. Selanjutnya, di bawah sadar atau alam roh, kehidupan orang tersebut akan berjalan sesuai dengan ramalan Shio dan Horoscope tersebut. Misteri inilah yang membuat ramalan atau sifat seseorang sesuai dengan yang terdapat pada Shio dan Horoscope. Ibid. hal 90
Hanya ditambah Shio saja, banyak orang tanpa sadar telah terpikat oleh kuasa dunia untuk menyamakan anak cucu mereka dengan binatang, padahal kita sebagai manusia diciptakan serupa dengan Allah sendiri. Namun, manusia lebih suka menyamakan dirinya dan anak cucu mereka dengan para binatang. Suatu tragedi yang menyakitkan hati Allah, Bapa yang di sorga. Ibid. hal 90
Bengcu menjawab:

Bapak Harun Jusuf yang terhormat, kalender adalah sistem pengukuran waktu. Satuan waktu yang digunakan saat ini adalah detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, dasawarsa, abad dan milenium. Untuk mengukur jarak dapat digunakan tongkat, untuk mengukur waktu para bijaksana melakukannya dengan mengamati letak benda-benda langit. Benda-benda langit yang diamati untuk menentukan waktu adalah yang nampak dengan mata telanjang yaitu matahari, bulan dan bintang-bintang (planet). Salah satu sistem kelender yang saat ini digunakan seluruh dunia, disebut kelender Masehi.

Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian. Kejadian 1:14-15
Dari mana nama-nama hari dalam kalender masehi didapat? Nama-nama hari dalam kelender masehi di dapat dari nama-nama benda langit yang dapat dilihat dengan mata telanjang dan dari nama Dewa-dewi, kepada siapa hari tersebut didedikasikan. Di bawah ini adalah daftar nama-nama hari dan asal-muasalnya.

Daftar Nama-Nama Hari 

Indonesia

Inggris

Benda Langit

Keterangan

Minggu

Sunday

Solar

Sun day artinya hari matahari. Hari tersebut didedikasikan untuk dewa matahari.

Senin

Monday

Moon

Moon day atinya hari bulan. Hari tersebut didedikasikan kepada dewi bulan.

Selasa

Tuesday

Mars

Tuesday berasal dari kata Tiu atau Tiw atau Tyr, dewa perang bangsa Viking, putra dewa Odin atau Woden. Mars adalah nama dewa perang bangsa Romawi.

Rabu

Wednesday

Mercury

Wednesday berasal dari kata Woden day atau hari Woden atau Odin yang merupakan raja dewa bangsa Viking. Mercury adalah dewa Jalan yang juga bertugas sebagai kurir para dewa.

Kamis

Thursday

Jupiter

Thursday berasal dari kata Thor day, Thor adalah dewa perang bangsa Viking. Jupiter adalah dewa petir bangsa Romawi.

Jumat

Friday

Venus

Friday berasal dari kata Frigg day. Frigg adalah dewi asmara bangsa Viking. Venus adalah dewi asmara bangsa Romawi.

Sabtu

Saturday

Saturn

Saturn adalah nama dewa Kesuburan dan tumbuhan bangsa Romawi.

Di dalam sistem kalender Masehi, setiap hari dalam seminggu didedikasikan kepada seorang dewa atau dewi penguasa benda langit tertentu. Pada hari tersebut dilakukan penyembahan kepada dewa atau dewi yang bersangkutan.

Pak Harun Jusuf yang bijaksana, setelah mengetahui asa-muasal nama-nama hari kelender masehi. Sebagai seorang ahli, dapatkah anda memberitahu saya kutuk apa yang kita tanggung setiap kali menyebutkan hari apa kita dilahirkan? Apakah sebaiknya kita tidak menyebut nama-nama hari tersebut atau kita harus mengadakan Kebaktian Memutuskan Kutuk Nama-nama Hari?

Bagaimana nama-nama bulan dalam kalender masehi didapat? Sebagian nama-nama bulan dalam kalender masehi berasal dari nama-nama raja dan dewa-dewi.

Daftar Nama-nama Bulan

Nama

Dewa

Keterangan

January

Janus (janua)

Nama dewa pintu & Gerbang bangsa Romawi

February

Berasal dari kata februare yang artinya menyucikan diri.

March

Mars

Martius atau Mars adalah dewa perang bangsa Romawi yang paling dipuja dan ditakuti.

April

Aphrodite

Nama dewi Cinta bangsa Romawi.

May

Maia

Nama dewi musim semi & pertumbuhan bangsa Romawi

June

Juno

Nama dewa perkawinan bangsa Romawi

July

Julius Caesar

Awalnya disebut Quintilis, artinya kelima, lalu menjadi July untuk menghormati Julius Caesar.

August

Augustus

Awalnya disebut sextillis, artinya keenam, lalu menjadi August untuk menghormati kaisar Augustus.

September

Berasal dari kata Septem artinya tujuh.

October

Berasal dari kata octa yang artinya delapan.

November

Berasal dari kata Novem, artinya sembilan.

December

Berasal dari kata decem, artinya sepuluh.

Di dalam kalender masehi, lima dari 12 nama bulan dalam setahun berasal dari nama dewa-dewi, dua yang lainnya adalah nama manusia yang dipuja sebagai dewa, sedangkan empat lainnya tidak sesuai lagi dengan kenyataan saat ini.

Pak Harun Jusuf yang baik, izinkan saya bertanya sekali lagi, kutuk apa yang kita tanggung ketika menyebut diri kita lahir pada bulan tertentu? Apakah sebaiknya kita tidak menggunakan nama-nama bulan tersebut atau kita harus mengadakan Kebaktian Memutuskan Kutuk Nama-nama Bulan?

Sungguh mengerikan! Ketika ditanya lahir hari apa dan bulan berapa, sebaiknya anda diam saja, sebab sekali menjawab anda lahir hari Jumat bulan Juni, maka menurut ilmu Shio ala Harun Jusuf, secara otomatis anda mengutuk diri sendiri untuk menyerupai dewi Venus dan dewa Juno, akibatnya anda akan jatuh cinta dan menikah terus-terusan. Bukankah hal itu yanng akan terjadi bapak Harun Jusuf yang terhormat?

Bagaimana cara bangsa Tiongkok kuno menyusun sistem kalender mereka? Apabila Harun Jusuf sedikit rendah hati dan mau belajar, maka dia akan tahu bahwa bangsa Tiongkok menyusun sistem kalender dengan cara yang sama dengan bangsa Romawi dan bangsa Yahudi, yaitu dengan mengamati benda-benda langit, matahari, bulan dan bintang-bintang (planet). Bangsa Tiongkok sudah menyusun kalender jauh sebelum bangsa lain melakukannya.

Sistem Kalender Imlek yang kita kenal sekarang ini tidak disusun sekali jadi namun melalui proses penyempurnaan berkesinambungan dari generasi ke generasi. Menurut tradisi, kalender sudah digunakan di Tiongkok sejak raja Fuxi (2952-2836SM), sedangkan para ilmuwan menyatakan bahwa kalender baru digunkan pada jaman raja Huang Di (2698-2599SM). Kitab Shu Jing, buku sejarah tertua Tiongkok kuno mencatat bahwa kalender sudah digunakan secara luas pada pemerintahan Raja Yao (2357-2255SM).

Raja Yao memberi perintah kepada Xi dan He, “Muliakanlah Hao Tian (Tuhan Yang Maha Besar), catatlah peredaran matahari, bulan dan bintang kejora lalu ajarkanlah dengan penuh hikmat kepada rakyat  tentang waktu. Shu Jing I:I:3 – Yao Dian

Baginda berkata, Ingatlah, kalian, Xi dan He, “Satu tahun terdiri dari tiga ratus enam puluh enam hari. Dengan memperhatikan bulan kabisat (runyue), setiap empat tahun, tetapkanlah empat musim secara tepat sepanjang tahun untuk menjamin ratusan pekerjaan mencapai tujuannya dengan gemilang. Shu Jing I:I:8 – Yao Dian

Walaupun banyak orang yang menganggap kalender Tiongkok kuno adalah kelender bulan, namun pendapat itu hanya setengah benar, sebab kelender Tiongkok adalah perpaduan kelender matahari dan bulan. Di dalam kalender Tiongkok dikenal sexagenary cycles atau ganzi atau siklus 60 di mana setelah mencapai 60 akan kembali lagi ke 1. Siklus itu berlaku untuk jam, hari bulan dan tahun. Siklus 60 ini didapat dengan memadukan Tiangan (10 Tiang langit) dan Dizhi (12 cabang bumi) dengan Wuxing  (lima unsur) dan Yinyang (negatif positif.

12 cabang bumi digunakan untuk nama satuan waktu dalam sehari semalam dan nama tahun dalam siklus 12 tahunan. Sedangkan 10 tiang langit digunakan untuk nama-nama hari dalam seminggu (xun) yang jumlahnya sepuluh hari. Dari mana bangsa Tiongkok kuno mendapatkan ke 10 tiang langit dan 12 cabang bumi tersebut? Dari mengamati benda-benda langit!

Daftar 12 Cabang Bumi

Jupiter adalah planet terbesar (11X bumi) dari sembilan planet yang ada dalam tata surya. Setelah bulan dan planet Venus yang biasa disebut bintang fajar atau Bintang senja, maka planet Jupiter adalah benda langit yang nampak paling terang di langit malam. Para ilmuwan Tiongkok kuno sangat memperhatikan posisi Jupiter karena mempengaruhi iklim di bumi. 12 tahun adalah waktu yang dibutuhkan oleh Jupiter untuk mengelilingi matahari satu putaran penuh. 12 cabang bumi adalah 12 posisi Jupiter ketika mengelilingi matahari dan 12 posisi Jupiter dalam sehari semalam, sedangkan 12 shio adalah lambang binatang untuk ke 12 cabang bumi tersebut. Daftar 10 Tiang Langit

Selain matahari dan bulan, ada 5 benda langit lain yang nampak dengan mata telanjang. Ilmuwan Tiongkok kuno menyebut kelimanya Wuxing (lima elemen) yang terdiri dari Jupiter (kayu), Mars (api), Saturnus (tanah), Venus (logam) dan Mercuri (air). Matahari adalah Yang (jantan) sedangkan bulan Yin (betina). 10 tiang langit adalah perpaduan lima planet dengan  matahari dan bulan. Itu sebabnya 1 minggu dalam kalender Tionghua adalah 10 hari.

Bapak Harun Jusuf yang terhormat, anda tahu bagaimana menilik hati binatang di dalam Yehezkiel 21:21 dilakukan? Dengan membunuh binatang lalu mengamati hatinya. Cara demikian jelas berbeda dengan 12 shio. Karena kata “binatang” langsung dianggap sama dengan 12 shio? Ha ha ha ha … Anda sungguh nekad!

Sekarang anda tahu arti 12 cabang bumi atau 12 shio dan 10 tiang langit. Dengan pengetahuan demikian, bukankah teori kutuk dibalik Shio yang anda ajarkan hancur berantakan? Bagaimana anda mempertanggungjawabkan bualan anda kepada sesama orang Kristen di hadapan Tuhan?

—–END—–

*Tulisan asli dapat dibaca di Sabda Space.org atau silahkan klik di sini.

Satu Tanggapan to “Harun Jusuf Membual Karena 12 Shio Memang Begini”

  1. Kris said

    Apa yang dikatakan saudara Bengcu tidak salah, menurut saya mengapa banyak pendeta menganggap ada kutuk di shio adalah pengaplikasiannnya. coba sekarang ada org yang bertanya “apa shio Anda?” mungnkin orang akan mengatakan “shio saya anjing”. Apa yang terpikir pertama kali di pikiran Anda?

    Menurut saya yang tidak benar adalah jika seseorang mempunyai shio A misalnya, dia akan mempunyai sifat seperti binatang itu, padahal kita ini adalah gambar Allah dan tentunya kalo kita(orang percaya) ini mempunyai gambar Allah ya pastinya tidak punya donk sifat yang ada di shio tersebut.
    Semoga dapat menjadi bahan renungan.thx. GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: