Warung Penonton

Kabar dari Pasar Klewer (SabdaSpace)

100% ANUGERAH ALLAH, 0% USAHA MANUSIA

Posted by warungpenonton pada Maret 15, 2010

100% ANUGERAH ALLAH, 0% USAHA MANUSIA. Itulah yang dikotbahkan di mimbar-mimbar gereja tentang keselamatan. Banyak orang Kristen MENG-IMANI hal tersebut, namun hanya sedikit yang benar-benar MEMAHAMInya. Kebanyakan orang Kristen yakin dalam hatinya, Keselamatan memang anugerah, disediakan oleh Tuhan, namun manusialah yang memutuskan untuk menerimanya atau tidak. Mana yang benar? Pengkotbah atau kebanyakan orang Kristen?

Di antara semua mujizat yang dilakukan Yesus, membangkitkan Lazarus merupakan kisah paling istimewa dan dasyat. Kisah ini dipersiapkan atau direkayasa oleh Yesus. kisah ini melibatkan secara lengkap semua unsur masyarakat bangsa Israel baik secara jasmani maupun rohani. Kisah ini tidak terbantahkan, karena situasi dan kondisinya mendukung. Kisah inilah yang memicu konspirasi untuk membunuh Yesus. Semuanya tercatat dalam Kitab Yohanes 11:1-57.

Saya sengaja mengutip ayat-ayat Yohanes 11:1-57 untuk menjamin anda benar-benar membaca kisah ini dan mengelompokkan ayat-ayat tersebut agar anda dapat merasakan faktor waktu dan emosi di dalam kisah tersebut.

Ketika membaca Alkitab, kebanyakan orang membacanya seolah membaca kitab undang-undang yang berisi pasal-pasal; terasa garing dan membosankan. Saya membaca Alkitab seperti membaca novel atau puisi; terlibat dalam kisah-kisahnya secara akal dan emosi; membuat kisah-kisah dalam Alkitab penuh warna-warna indah.

Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: “Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.” Yohanes 11:1-3

Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.” Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada; Yohanes 11:4,6

Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: “Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.” Maka kata murid-murid itu kepada-Nya: “Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh.” Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: “Lazarus sudah mati; tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya.” Yohanes 11:11-15

Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.” Yohanes 11:16

Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur. Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya. Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Yohanes 11:17-19

Maka kata Marta kepada Yesus: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.” Yohanes 11:21-22

Kata Yesus kepada Marta: “Saudaramu akan bangkit.” Kata Marta kepada-Nya: “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.” Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” Jawab Marta: “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.” Yohanes 11:23-27

Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: “Di manakah dia kamu baringkan?” Jawab mereka: “Tuhan, marilah dan lihatlah!” Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi: “Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!” Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: “Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?” Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. Yohanes 11:32 -38

Kata Yesus: “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.” Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” Yohanes 11:39-40

Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Yohanes 11:41-42

Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!” Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.” Yohanes 11:43-44

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya. Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. 11:45-46

Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. Yohanes 11:53

Karena merasa kisah ini unik, maka selama bertahun-tahun saya secara khusus membaca dan merenungkannya. Kisah ini dicatat dengan lengkap dan rinci. Ada banyak pertanyaan terlintas:

1. Kenapa Yesus membiarkan Lazarus mati selama 4 hari baru beraksi?

2. Siapa yang beriman ketika mujizat ini terjadi?

3. Apa makna kalimat “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia”?

4. Apakah Marta beriman?

5. Apakah Maria beriman?

6. Kenapa Yesus menangis?

7. Kenapa Yesus merasa masygul? Masygul itu apa?

8. Apakah Lazarus benar-benar mati?

9. Ketika batu terangkat, apakah tercium bau bangkai?

10. Kapan Lazarus hidup kembali?

Tiga pertanyaan terakhirlah yang paling banyak menyita perhatian saya. Apakah Lazarus benar-benar sudah mati?

Apakah Lazarus benar-benar sudah mati? Ketika batu penutup kubur terangkat, apakah tercium bau bangkai?

Lazarus pasti benar-benar sudah mati dan mayatnya membusuk ketika pintu kuburan dibuka.

Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya. Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.

Kita tidak dapat memastikan berapa banyak orang yang berkumpul saat itu, namun kejadian itu jelas dilakukan di hadapan umum, di depan banyak orang. Ingat perkataan Tomas yang disebut Didimus? “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.” Berapa banyak pengikut Yesus yang menyertai Dia saat itu untuk membelaNya, untuk mati bersama-sama dengan Dia?

Kata Yesus: “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.” Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”

Percakapan antara Yesus dan Marta pasti tidak dilakukan dengan bisik-bisik. Marta bukan satu-satunya orang yang memiliki pengetahuan bahwa mayat yang sudah dikubur selama 4 hari pasti membusuk dan berbau busuk. Ketika Yesus menyuruh mengangkat batu penutup kuburan, Dia pasti tidak mengatakannya di dalam hati atau berbisik-bisik dan jelas dia tidak menyuruh Marta untuk melakukan hal itu, kemungkinan besar perintah itu ditujukan kepada para murid dan pengikutnya yang laki-laki. Ketika berkata, “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati,” Marta mungkin mengatakannya dengan berbisik, namun pasti jelas terdengar oleh beberapa orang-orang lainnya. Di antara kerumunan pasti muncul bisik-bisik tentang perintah Yesus dan pernyataan Marta bahwa mayat Lazarus sudah membusuk.

Nah, ketika batu gua di geser, bau bangkai pasti menyebar memenuhi udara. Sebab bila tidak ada bau busuk yang menyebar, pasti terjadi kegemparan.

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya. Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu.

Bila tidak ada bau bangkai yang menyebar, reaksi penonton pasti tidak akan seperti yang tercatat dalam kitab Yohanes tersebut.

Mungkinkah bau bangkai yang menyebar itu bukan bau bangkai Lazarus? Mungkinkah itu bau bangkai kerabat Lazarus yang dikuburkan sebelumnya?

Tidak mungkin! Kalau anda membaca buku “DINASTI YESUS – Sejarah Tersembunyi Yesus, Keluarga Kerajaan-Nya dan Kelahiran Kekristenan” yang ditulis oleh James D. Tabor yang terjemahan Indonesianya diterbitkan oleh Gramedia, maka anda akan mengerti tentang tradisi penguburan bangsa Yahudi pada jaman itu. Bangsa Israel memiliki tradisi penguburan yang hampir sama dengan tradisi penguburan bangsa Tiongkok kuno. Setelah mayat membusuk, tulang belulangnya lalu di simpan dalam Osuarium (kotak batu). Di samping itu, bau busuk mayat yang telah lama dikuburkan jelas berbeda dengan bau busuk mayat yang baru dikuburkan 4 hari.

Kapan Lazarus bangkit? Kapan Lazarus hidup kembali? Setelah Yesus berseru? Ketika Yesus berseru? Sebelum Yesus berseru?

SETELAH YESUS BERSERU!

90% orang Kristen yang saya tanya, menjawab bahwa Lazarus bangkit setelah Yesus berseru, “Lazarus, marilah ke luar!” Kenapa? Karena seruan Yesus itulah yang membangkitkan Lazarus. BENARKAH? Salah, 100% salah! Kenapa salah? Karena bukan seruan Yesus itu yang membangkitkan Lazarus dari kematian.

Perhatikan dengan teliti seruan Yesus, “Lazarus, marilah ke luar!” Yesus bukan orang bodoh, Dia tahu pasti bahwa mayat yang telah membusuk selama 4 hari tidak dapat mendengar, jadi mustahil dia menyuruh Lazarus yang telah mati dan membusuk selama 4 hari untuk keluar. Mustahil Lazarus mendengar seruan itu. Perhatikan sekali lagi dengan teliti seruan Yesus, “Lazarus, marilah ke luar!” Yesus jelas tidak berseru kepada orang mati, namun Dia berseru kepada orang yang dikenalNya dan mengenalNya, orang yang Dia tahu pasti dapat mendengar dan mengenal seruannya.

Kita sudah meneliti kemungkinan terjadinya konspirasi antara Yesus dan Lazarus atau antara Yesus dan keluarga Lazarus (Marta & Maria) di mana Lazarus pura-pura mati dan Yesus pura-pura membangkitkannya. Pada saat itu Yesus ada nun jauh di kota lain dengan para pengikutnya. Keluarga Lazarus bukan keluarga sembarangan, tetapi keluarga terkemuka. Itu sebabnya Alkitab mencatat.

Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.

Mustahil Marta dan Maria yang memandikan, mengkafani dan mengusung mayat Lazarus ke makam, kalaupun keduanya mampu melakukan, jelas itu bertentangan dengan hukum bangsa Israel. Kalaupun keduanya mau melakukan, mustahil orang-orang Yahudi yang datang mengizinkannya. Memalsukan kematian Lazarus jelas mustahil dilakukan karena harus melibatkan terlalu banyak orang dan banyak orang penting di dalamnya. Bila seorang tokoh terkemuka meninggal, maka anda bisa membayangkan, siapa saja yang akan datang membantu.

Nah, karena mustahil terjadi konspirasi memalsukan kematian Lazarus, maka satu-satunya alasan untuk menyatakan bahwa Lazarus bangkit setelah Yesus berseru, “Lazarus, marilah ke luar!” adalah: YESUS ADALAH ORANG PALING GOBLOK DI DUNIA yang tidak tahu bahwa bangkai yang sudah membusuk tidak dapat mendengar seruanNya untuk keluar.

KETIKA YESUS BERSERU

9% orang Kristen yang saya tanya, menjawab bahwa Lazarus bangkit ketika Yesus berseru, “Lazarus, marilah ke luar!” Kenapa? Karena saat berseru itulah Yesus melepaskan kuasaNya dan Lazarus bangkit karenanya. BENARKAH? Salah, 100% salah! Kenapa salah? Karena itu bukan saat Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian.

Analisanya sama dengan analisa tersebut di atas, ditambah dengan kalau Lazarus bangkit ketika Yesus berseru, maka pasti ada seruan Yesus yang tidak dia dengar karena pada saat itu dia masih bangkai yang telah membusuk 4 hari.

SEBELUM YESUS BERSERU

1% orang Kristen yang saya tanya, menjawab bahwa Lazarus TELAH BANGKIT ketika Yesus berseru, “Lazarus, marilah ke luar!” Kenapa? Karena pada saat berseru Yesus tahu pasti Lazarus telah bangkit dan dapat mendengar suaraNya dan mengenali suaraNya. Itu sebabnya Dia berseru “Lazarus, marilah ke luar!” Seruan Yesus ditujukan untuk menyuruh Lazarus keluar dari makam, bukan untuk membangkitkan Lazarus dari kematian. BENARKAH? Benar 100%!

Alkitab mencatat, 3 kali Yesus melakukan mujizat membangkitkan orang mati. Kita sudah mempelajari salah satunya. Mari kita lihat apa yang dilakukan dan dikatakan oleh Yesus dalam dua mujizat lainnya.

Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: “Talita kum,” yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!” Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub. Markus 5:41-42

Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. Lukas 7:14

Anda melihat konsistensinya? Bangkitkan dulu dari kematian, baru berbicara kepadanya. Apa yang dapat kita pelajari dari ketiga kisah tersebut? Coba anda teliti kedua kisah tersebut. “Talita Kum!” yang artinya “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!” Nah, coba rasakan, ketika Yesus mengucapkan kalimat tersebut, apakah dia mengucapkannya dengan penuh kuasa kepada mayat atau dia mengucapkannya dengan penuh kasih kepada orang hidup? Perhatikan pula reaksi orang yang dibangkitkan tersebut.

APA YANG TERJADI DI DALAM MAKAM?

Apa yang terjadi dengan Lazarus di dalam makam? Tiba-tiba dia sadar, menemukan dirinya di tempat yang aneh, menemukan pakaiannya yang aneh kemungkinan besar bau bangkai menyengat hidungnya. Kita tidak tahu apa yang melintas dalam pikirannya. Berapa lama waktu yang dia perlukan untuk menyadari keadaannya? Sadarkah dia bahwa dia ada di dalam kuburan? memakai kain kafan? Apakah dia menyadari bahwa kain kafan yang dikenakannyalah yang menyebarkan bau bangkai?

Tiba-tiba dia mendengar sebuah suara, “Lazarus, marilah ke luar!” Sebuah suara yang dia kenal baik, sebuah suara dari orang yang dia kasihi dan mengasihinya. Pada saat itu dia memiliki dua pilihan. Pertama, mengabaikan suara tersebut, kedua, menjawab panggilan suara tersebut dan keluar. Benarkah pada saat itu Lazarus memiliki DUA pilihan? Memang benar, Lazarus memiliki hak untuk memilih diam atau keluar, namun sesungguhnya dia tidak punya pilihan.

Sebagai mayat, Lazarus tidak peduli di mana dia ditempatkan, tetapi sebagai orang hidup dia tahu, tempat yang dia diami saat itu bukan tempatnya, pakaian yang dia pakai saat itu, bukan pakaiannya. Lazarus bisa saja mengeraskan hati, menolak panggilan Yesus, tetapi cepat atau lambat dia pasti keluar.

Firman Tuhan katakan. “Upah dosa adalah maut, mati. Ketika Adam dan Hawa berdosa, mereka tidak mati” Apakah itu berarti Tuhan berdusta? Tidak! Karena pada saat Adam dan Hawa tidak taat, maka saat itu mereka kehilangan “kodrat kemanusiannya.” Kodrat manusia adalah taat kepada Allah. Jadi saat itu, di mata Allah, mereka sudah mati. Kita menyebutnya mati rohani.

Suatu saat, Tuhan membangkitkan rohani seseorang dari kematian. Karena rohaninya hidup, maka dia mengerti kebenaran Firman Tuhan. Karena mengerti kebenaran, orang tersebut dapat memilih, mengabaikannya atau mengikutinya. Walaupun mencoba mengeraskan hati, tetapi itu hanya masalah waktu, sebab sekali mengerti kebenaran maka cara hidupnya yang lama tidak cocok lagi baginya.

Itulah yang dimaksud dengan “Keselamatan adalah 100% usaha Tuhan dan 0% usaha manusia.” Itulah yang dimaksud dengan “Keselamatan adalah anugerah.

Banyak orang Kristen (PENGIKUT KRISTUS) mengimani bahwa Keselamatan adalah 100% usaha Tuhan dan 0% usaha manusia namun hanya sedikit yang benar-benar memahaminya dengan benar. Semoga, setelah membaca tulisan ini anda memahaminya. Memahami bahwa seseorang menjadi Kristen bukan karena dia menjawab panggilan Tuhan, bukan karena dia memutuskan untuk menjadi Kristen, bukan karena dia memilih untuk menjadi Kristen.

SEORANG KRISTEN MENJADI KRISTEN KARENA DIA TIDAK PUNYA PILIHAN SELAIN MENJADI KRISTEN.

Lazarus keluar dari kuburan bukan karena dia memutuskan atau memilih untuk keluar, tetapi karena dia tidak punya pilihan untuk tidak keluar. Dengan kondisi seperti itu, apa yang bisa dibanggakan oleh oleh Lazarus? TIDAK ADA! Apakah dia dapat membanggakan diri, bahwa walaupun Yesus Kristus telah membangkitkannya dari kematian dan memanggilnya untuk keluar dari kuburan, namun bila dia menolak pangilan tersebut, maka semua yang telah dilakukan Yesus menjadi sia-sia.

Apakah seorang Kristen dapat membanggakan diri dengan menyatakan, bahwa walaupun Yesus sudah menebus dirinya dari murka Allah dan memanggilnya untuk dikuduskan, namun bila dia menolak panggilan tersebut, maka semua yang telah dilakukan Yesus Kristus menjadi sia-sia? TIDAK DAPAT!

Itulah yang mengilhami almarhum Dr. Bill Bright, pendiri Campus Crusade For Christ International mendefinisikan penginjilan sebagai:

Berhasilnya suatu penginjilan adalah menceritakan tentang Kristus kepada orang lain di bawah bimbingan Roh Kudus dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan (Tuhan yang menetapkan hasilnya).

Sebagai orang Kristen, tugas anda hanya menceritakan tentang Kristus kepada orang lain, bukan menghina agamanya, bukan menakut-nakutinya, bukan mengatas namakan Tuhan menjanjikan kemakmuran dan hidup sukses, apa lagi memaksanya. Tugas anda hanya menceritakan tentang Kristus, yang lainnya adalah urusan Allah dan orang tersebut.

Sebelum Tuhan membangkitkan rohaninya, sampai berbusa anda meyakinkannya, percuma. Sekali Tuhan membangkitkan rohaninya, maka anda tidak perlu lagi menghina agamanya, menakut-nakutinya, mengatas namakan Tuhan menjanjikan kemakmuran dan hidup sukses, apa lagi memaksanya.

Dengan kondisi seperti itu, apa yang dapat dibanggakan oleh seorang pengkotbah ketika seseorang menyatakan dirinya terpanggil menjadi orang Kristen dalam kebaktian yang dia pimpin? TIDAK ADA! Apa yang dapat anda banggakan ketika sesorang mengambil keputusan untuk mengikut Yesus Kristus pada saat mendengar Injil dari anda? TIDAK ADA! Semuanya adalah 100% anugerah, semuanya adalah 100% arya Allah dan semuanya 0% usaha manusia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: