Warung Penonton

Kabar dari Pasar Klewer (SabdaSpace)

Gilbert Lumoindong Membual-Kutuk Perempuan Pemanggil arwah

Pdt. Gilbert Lumoindong, STh dalam buku Mematahkan Kutuk Dari Garis Keturunan menjadikan kisah Saul dan keturunannya sebagai dasar ajaran KUTUK. Dia dan pengkotbah alam roh lainnya mengajarkan bahwa roh jahat yang menyamar sebagai roh Samuel melalui dukun wanita En-Dor mengutuk Saul dan semua kutukannya menjadi kenyataan kecuali kutuk kematian anak-anak Saul, itulah bukti bahwa roh jahat dapat mengutuk atau bernubuat, namun tidak akurat 100%. Alkitab mencatat dalam kisah tersebut tidak ada kutuk sama sekali dalam kisah tersebut. Dukun wanita dari En-Dor tidak melihat roh Samuel sama sekali, dia hanya membual.

Memberanikan diri bertanya; Dalam bukunya yang berjudul Mematahkan Kutuk Dari Garis Keturunan, Pdt. Gilbert Lumoindong, STh menulis:

Mengapa Saul sampai terjungkal dari tahtanya dan terbunuh? Jawabannya ada di dalam kitab I Samuel 13:9-14. Semuanya berpangkal pada satu kata sederhana: Ketidaktaatan. Kerena melanggar hukum Tuhan. Dan ada satu hal teramat kudus yang dianggap remeh dan permainan, yaitu mengenai peraturan korban. Dan akibat kecerobohnannya mempelakukan korban ini – karena seharusnya dia tidak layak dan tidak diperbolehkan untuk membakar korban, tapi dia melakukannya dengan pongah – membawanya pada kutuk. Mematahkan Kutuk Dari Garis Keturunan hal 2 alinea 7-8

Mengapa ketidaktaatan bisa berbuah hal yang demikian mengerikan? Karena di mata keadilan Tuhan, dosa ketidaktaatan sama dengan dosa penyembahan berhala. Kedua dosa ini harus dihukum. Apalagi di tengah-tengah rasa frustasinya, bukannya bertobat tetapi Saul justru mengambil langkah putus asa yang sangat keliru, melakukan praktek pemanggilan arwah, yang merupakan kekejian bagi Tuhan. (Baca kisah selengkapnya di I Samuel 28). Mematahkan Kutuk Dari Garis Keturunan hal 3 alinea 2-3

Sesuai dengan Firman Tuhan di atas (Keluaran 34:7, Bilangan 14:18), kutuk menimpa dinasti besar ini, yang seharusnya diberkati, di mana seharusnya Saul dan keluarganya akan memerintah Israel secara turun-temurun. Kutuk menimpa sehingga garis pemerintahannya terputus dari Saul kepadaYonatan. Sehingga Yonatan tidak pernah duduk di singgasana raja, karena kutuk itu menimpa garis keturuannya. Mematahkan Kutuk Dari Garis Keturunan hal 4 alinea 2

Dan bukan itu saja akibat kutuk, Saul dan Yonatan mati, serta seluruh keluarganya musnah di ujung pedang musuh. Dari sekian banyak keturunan mereka, hanya tersisa seorang anak saja yang bernama Mefiboset. Dia berada dalam keadaan sedemikian cacat dan tidak bergunanya sehingga mungkin tersembunyikan dari pandangan musuh dan bahkan tidak diperhitungkan di dalam sejarah silsilah keluarga Saul (I Tawarikh 8:33-34, 9:39-40). Mematahkan Kutuk Dari Garis Keturunan hal 4 alinea 3

Bengcu menjawab:

Sebagai seorang sarjana akuntansi saya sangat mengagumi keakuratan Alkitab dan jejak auditnya yang jelas. Itu sebabnya hingga hari ini saya percaya bahwa Alkitab hanya perlu dipahami, tidak perlu ditafsirkan apalagi ditambah dan dikurangi.

Pdt. Gilbert Lumoindong, STh mengajarkan bahwa Saul adalah sumber kutuk bagi dirinya dan keturunannya. Karena tidak taat pada perintah Tuhan, maka dia dikutuk oleh Tuhan. Karena bertanya kepada dukun wanita di En-Dor maka dia dikutuk oleh roh jahat yang menyamar sebagai arwah Samuel.

Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu.” I Samuel 13:14
Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.” I Samuel 15:23
Tetapi jawab Samuel kepada Saul: “Aku tidak akan kembali bersama-sama dengan engkau, sebab engkau telah menolak firman TUHAN; sebab itu TUHAN telah menolak engkau, sebagai raja atas Israel.” I Samuel 15:26

Kemudian berkatalah Samuel kepadanya: “TUHAN telah mengoyakkan daripadamu jabatan raja atas Israel pada hari ini dan telah memberikannya kepada orang lain yang lebih baik daripadamu. I Samuel 15:28

Karena melanggar perintah, maka Allah menghukum Saul, Pdt. Gilbert Lumoindong, STh menafsirkannya sebagai kutuk. Dari ayat-ayat tersebut di atas kita dapat menyimpulkan adanya tiga (3) kutukan Tuhan yang harus ditanggung oleh Saul yaitu:

1. Kerajaan Saul tidak akan tetap (I Samuel 13:14)
2. Saul raja atas Israel yang ditolak Allah (I Samuel 15:23,26,28)
3. Saul raja yang dikoyakkan jabatannya (I Samuel 15:26)

Walaupun Saul menyesali dosa-dosanya dan mohon pengampunan (I Samuel 15:24-25), namun Tuhan menolaknya mentah-mentah. Sekali Allah mengutuk (menghukum), maka tidak ada kekuatan apapun yang dapat mengubahnya.

TUHAN telah melakukan kepadamu seperti yang difirmankan-Nya dengan perantaraanku, yakni TUHAN telah mengoyakkan kerajaan dari tanganmu dan telah memberikannya kepada orang lain, kepada Daud. I Samuel 28:17
Karena engkau tidak mendengarkan suara TUHAN dan tidak melaksanakan murka-Nya yang bernyala-nyala itu atas Amalek, itulah sebabnya TUHAN melakukan hal itu kepadamu pada hari ini. I Samuel 28:18

Juga orang Israel bersama-sama dengan engkau akan diserahkan TUHAN ke dalam tangan orang Filistin, dan besok engkau serta anak-anakmu sudah ada bersama-sama dengan daku. Juga tentara Israel akan diserahkan TUHAN ke dalam tangan orang Filistin.” I Samuel 28:19

Ayat-ayat tersebut diatas memuat kutukan roh jahat kepada Saul melalui dukun wanita dari En-Dor. Walaupun tidak tertulis di dalam Bukunya, namun Pdt. Gilbert Lumoindong, STh mengajarkan bahwa yang mengutuk Saul adalah roh jahat yang menyamar sebagai roh Samuel. Mereka menolak kemungkinan bahwa dukun itu membual dengan menyatakan melihat roh Samuel dan berbicara atas nama roh Samuel. Mereka yakin bahwa itu roh jahat karena: Pertama, awalnya wanita itu tidak tahu bahwa yang menemuinya adalah raja Saul, setelah melihat roh Samuel dia baru tahu tahu bahwa yang menemuinya adalah raja Saul (I Samuel 28:12). Kedua, semua kutukan bagi Saul menjadi kenyataan kecuali kutuk kematian anak-anaknya (karena tidak semua anaknya mati). Lebih lanjut mereka menjadikannya bukti bahwa, walaupun mampu bernubuat (mengutuk) namun nubuatan dari iblis tidak 100% akurat.

Kenapa roh jahat itu tidak menampakkan diri kepada Saul dan berbicara langsung kepada Saul? Karena mampu menampakkan diri kepada dukun, roh jahat itu pasti mampu menampakkan diri kepada Saul. Bila dukun itu memiliki kemampuan untuk melihat roh itu, maka dia pasti sanggup membantu Saul untuk melihat roh itu. Jauh lebih mudah untuk mempercayai bahwa dukun wanita itu sedang membual dari pada mempercayai bahwa dia benar-benar melihat roh Samuel.

Apabila tidak melihat roh Samuel, kenapa dukun itu tiba-tiba mengenali Saul yang menyamar (I Samuel 28:8; 28:12)? Tidak sulit untuk mengenali Saul walaupun dia menyamar. Tentang Saul Alkitab mencatat.

Orang ini ada anaknya laki-laki, namanya Saul, seorang muda yang elok rupanya; tidak ada seorang pun dari antara orang Israel yang lebih elok dari padanya: dari bahu ke atas ia lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya. I Samuel 9:2
Lalu menyamarlah Saul, ia mengenakan pakaian lain dan pergilah ia dengan dua orang. Ketika mereka pada waktu malam sampai kepada perempuan itu, berkatalah Saul: “Cobalah engkau menenung bagiku dengan perantaraan arwah, dan panggillah supaya muncul kepadaku orang yang akan kusebut kepadamu.” I Samuel 28:8

“TUHAN telah mengoyakkan kerajaan dari tanganmu dan telah memberikannya kepada orang lain, kepada Daud.”

Kata Ibrani qara artinya mengoyakkan. Mengoyakkan berarti mengambil sebagian, bukan mengambil semuanya. Dukun itu mengatakan bahwa Tuhan telah mengambil sebagian kerajaan dari Saul lalu memberikannya kepada Daud.

Apabila tidak melihat roh Samuel, dari mana dukun itu mampu bernubuat (mengutuk)? Tidak sulit untuk mengetahui apa yang terjadi di Gilgal sebab kisah itu sangat dasyat. Saul baru mengalahkan orang Amalek dan mendirikan prasasti bagi dirinya ketika Samuel mendatanginya dan memarahinya di depan orang banyak. Saul menyesali dosanya lalu memegang jubah Samuel namun jubah Samuel koyak. Lebih lanjut Samuel mencincang Raja Agag (I Samuel 15:12-34. Kisah itu sangat dasyat dan terjdi di depan orang banyak, pasti tersebar dan menjadi bahan obrolan rakyat Israel. Namun, dukun itu salah mengutip kalimat yang diucapkan Samuel saat itu, yang dikoyakkan adalah jabatan raja, bukan kerajaan Israel. Dukun wanita itu tidak perlu roh jahat untuk mengetahui kisah tersebut.

Kenapa dukun itu tidak menyebut peristiwa lainnya, ketika Samuel memarahi Saul yang mendahuluinya memberi korban bakaran sebelum menghadapi bangsa Filistin (I Samuel 13:8-14)? Karena peristiwa itu terjadi diam-diam, hanya antara Saul dan Samuel sehingga tidak menjadi pergunjingan rakyat Israel.

Alkitab mencatat bahwa Daud baru dinobatkan menjadi raja setelah Saul mati (II Samuel 2:4). Pada saat Saul bertemu dengan dukun itu dia masih menjadi satu-satunya raja Israel, pada saat itu Daud belum menjadi raja dan tidak memiliki wilayah kekuasaan sama sekali.

Dalam I Samuel 13:14, Allah menyatakan bahwa kerajaan Saul tidak akan tetap, itu berarti keturunannya tidak akan menjadi raja Israel. Dalam I Samuel 15:23 dan I Samuel 15:26, Tuhan menyatakan bahwa Dia telah menolak Saul sebagai raja, bukan mencopot Saul dari kedudukan rajanya. Menolak saul sebagai raja menjadikan Saul raja yang tidak diberkati Allah, itu sebabnya dia masih bertahta walaupun Roh TUHAN sudah mundur dari padanya.

Dalam I Samuel 15:28, Allah menyatakan telah mengoyakkan jabatan raja atas Israel dan telah memberikannya kepada orang lain. Jabatan Saul tidak diambil, hanya dikoyakkan. Itu sebabnya dia tetap menjadi raja Israel walaupun tidak dihormati sepenuhnya oleh bangsa Israel. Daud memahami sepenuhnya yang diucapkan oleh nabi Samuel. Walaupun Allah telah menolak Saul sebagai raja, namun tidak pernah mengambil jabatan raja darinya. Itu sebabnya Daudpun tidak berani mengambilnya. Itu sebabnya Daud tetap setia dan menghormati Saul sebagai satu-satunya raja. Itu sebabnya nabi Samuel tidak mencopot Saul dari jabatannya sebagai raja Israel, itu sebabnya dia juga tidak menobatkan Daud sebagai raja Israel. Namun sayang, baik Saul maupun dukun dari En-Dor itu tidak memahami hal tersebut.

“Juga orang Israel bersama-sama dengan engkau akan diserahkan TUHAN ke dalam tangan orang Filistin.”

Kata Ibrani nathan artinya menyerahkan. Orang Israel dan Saul akan diserahkan ke tangan orang Filistin. Apa arti kalimat “akan diserahkan?” Kapan akan diserahkannya? Besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan? Apa maksud diserahkan? Dibunuh, ditawan atau dikalahkan? Dibunuh sebagian atau dibunuh semua? Ditawan sebagian atau ditawan semua? Apapun yang terjadi, Saul menang ataupun kalah perang, ramalan dukun itu tetap akan nampak tepat.

Apabila seorang raja Israel mencari pertolongan kepada seorang dukun, maka itu pertanda bahwa dia sedang putus asa, apalagi dia rela menyembahnya lalu menceritakan masalahnya (I Samuel 28:14-15). Tidak sulit untuk meramalkan apa yang akan terjadi bila Allah telah undur dari seorang raja, apalagi raja tersebut sangat tertekan. Namun, dukun itu tetap berhati-hati, demi menjaga reputasinya dia tetap menggunakan kalimat yang bijaksana (bersayap).

“dan besok engkau serta anak-anakmu sudah ada bersama-sama dengan daku.”

Selama ini kebanyakan Theolog berdebat tentang DAKU yang dimaksudkan dalam kutukan kedua. Apakah daku dalam kutukan itu adalah roh jahat yang menyamar sebagai roh Samuel atau dukun wanita itu?

Pdt. Gilbert Lumoindong, STh dan para pengkotbah alam roh jelas mengajarkan bahwa daku dalam kutukan kedua itu adalah roh jahat yang menyamar sebagai roh Samuel. Sebagian pengkotbah alam roh mengajarkan bahwa ketika mati, roh Saul dan anak-anaknya akan menjadi roh tumbal, budak roh jahat. Sebagian pengkotbah alam roh lain mengajarkan bahwa ketika mati roh Saul dan anak-anaknya akan masuk neraka dan roh jahat dan Iblis berkuasa di neraka.

Y@hovah Moreover the LORD TUHAN
nathan Will also deliver menyerahkan
Yisra’el Israel Israel
yad with thee into the hand dan engkau ke tangan
P@lishtiy of the Philistines: Filistin
machar and to morrow besok
ben [shalt] thou and thy sons Engkau dan anak-anakmu
Y@hovah [be] with me: the LORD (akan) bersama daku: TUHAN
nathan also shall deliver Juga menyerahkan
machaneh the host perkemahan
Yisra’el of Israel Israel
yad into the hand ke tangan
P@lishtiy of the Philistines. Filistin

Di sekolah Theologia diajarkan bahasa Ibrani dan Yunani, tujuannya adalah supaya para Theolog dapat meneliti Alkitab ke bahasa aslinya. Itulah yang kita lakukan sekarang. Dari kata-kata Yunani apakah kalimat sudah ada bersama-sama dengan daku diterjemahkan? Perhatikan ayat tersebut dalam bahasa Ibrani dan terjemahan bahasa Ingrisnya menurut versi King James. Kita tidak menemukan kata-kata tersebut dalam Alkitab bahasa Ibrani. Nah, sekarang kita tahu bahwa kalimat “sudah ada bersama-sama dengan daku” adalah tafsiran para penerjemah Alkitab. Bukankah kata machar ben lebih tepat diterjemahkan “Besok engkau akan bersama anak-anakmu” atau “Besok engkau dan anak-anakmu” ”

Pdt. Gilbert Lumoindong, STh adalah seorang sarjana Theologia, bahkan dia juga penyandang gelar Master Theologia, apabila mau melakukan penelitian, mustahil dia tidak menemukan kebenaran yang kita temukan tersebut. Namun dia tidak melakukan penelitian karena terjemahan ayat tersebut sudah sangat mendukung ajarannya.

Tidak ada kutukan atau nubuatan bahwa Saul dan anak-anaknya akan mati besok dalam I Samuel 28:19. Gilbert Lumoindong, STh dan banyak umat Kristen lainnya selama ini menyangka ada kutukan demikian, karena tidak melakukan penelitian Alkitab sehingga termakan oleh tafsiran para penerjemah Alkitab.

Kenapa dukun itu berkata, “Besok engkau dan anak-anakmu atau besok engkau akan bersama anak-anakmu” kepada Saul? Apa maksud kalimat itu? Itulah teknik yang digunakan para dukun sejak purbakala hingga hari ini, mereka selalu menggunakan kata-kata bersayap yang dapat ditafsirkan apa saja. Coba anda perhatikan kalimat-kalimat yang selalu digunakan oleh para dukun di televisi. Coba anda perhatikan nubuatan-nubuatan para pengkotbah alam roh. Semuanya adalah kalimat-kalimat bersayap yang dapat anda tafsirkan apa saja. Kalimat-kalimat yang tetap benar apapun yang terjadi. Teknik itu disebut Cold Reading.

“Juga tentara Israel akan diserahkan TUHAN ke dalam tangan orang Filistin.”

Kata Ibrani machaneh artinya perkemahan tentara. Perkemahan tentara juga akan diserahkan kepada Filistin. Kapan diserahkannya? Berapa banyak yang diserahkan? Diserahkan sebagian atau semua? Bagaimana dengan tenda-tenda yang rusak karena pertempuran, apakah itu termasuk diserahkan? Apapun yang terjadi, ramalan dukun itu akan nampak tepat.

I Samuel 28:20-25 mengisahkan bagaimana Saul sangat terpukul dengan semua yang dikatakan oleh dukun wanita itu. Dukun itu lalu melayaninya dengan murah hati. Ia menyajikan makanan, membujuk raja untuk makan, bahkan dia memotong seekor anak lembu tambun dan membuat roti untuk raja Saul dan bala tentaranya. Kenapa dukun wanita itu begitu baik hati? Karena dia dukun yang baik hati atau dia sedang menanam budi agar tidak dibunuh setelah perang berlalu?

Kita sudah mempelajari I Samuel 28:17-18 dengan seksama. Apakah dukun itu mengutuk agar kerajaan Israel dokoyakkan? Tidak! Dia salah mengutip ucapan Samuel. Apakah dia mengutuk agar bangsa Israel kalah perang? Tidak! Apakah dia mengutuk agar Saul dan anak-anaknya mati? Tidak! Apakah dia mengutuk agar perkemahan tentara Israel hancur? Tidak! Tidak ada kutukan sama sekali. Tidak ada nubuatan sama sekali, dukun itu sedang membual. Kekalahan tentara Saul, kematian Yonatan, Abinadab dan Malkisua, anak-anak Saul, kematian Saul, dijarahnya perkemahan tentara Saul tidak ada hubungan sama sekali dengan apa yang dikatakan oleh dukun perempuan En-Dor tersebut.

Abner bin Ner, panglima Saul, telah mengambil Isyboset, anak Saul, dan membawanya ke Mahanaim serta menjadikannya raja atas Gilead, atas orang Asyuri, atas Yizreel, atas Efraim dan atas Benyamin, bahkan atas seluruh Israel. Isyboset bin Saul berumur empat puluh tahun pada waktu ia menjadi raja atas Israel dan ia memerintah dua tahun lamanya. Hanyalah kaum Yehuda yang mengikuti Daud. II Samuel 2:8-10

Apakah berkuasanya Isyboset selama dua tahun adalah bukti bahwa nubuatan Samuel, Kerajaanmu tidak akan tetap (I Samuel 13:14) tidak digenapi? Dan nubuatan dukun perempuan En-Dor, TUHAN telah mengoyakkan kerajaan dari tanganmu (I Samuel 28:17), digenapi?

Daud menjadi raja atas kaum Yehuda setelah diurapi oleh tua-tua Yehuda (II Samuel 2:4). Daud menjadi raja atas Israel setelah diurapi oleh tua-tua bangsa Israel. (II Samuel 5:3). Untuk menjadi raja di Israel, seseorang harus diurapi. Isyboset tidak pernah diurapi untuk menjadi raja Israel. Dia menjadi raja karena diangkat oleh Abner bin Ner, namun dia bukan raja yang berdaulat. Isyboset hanya raja boneka, pemimpin sebenarnya adalah Abner bin Ner.

Hal itu nampak ketika Isyboset menegur Abner karena meniduri gundik Saul. Abner menunjukkan kekuasaannya dan Isyboset ketakutan (II Samuel 3:11). Hal itu juga nampak ketika Abner berunding dengan para tua-tua Israel (II Samuel 3:18), juga ketika membuat perjanjian dengan Daud (II Samuel 3:19)

Di Israel ada tradisi untuk menghormati musuh yang gugur dalam perang. Ketika Abner gugur ditikam Yoab, Daud meratapinya dan mengajak orang Yehuda ikut meratapinya pula. Saat itu dia menyatakan bahwa Abner adalah pemimpin besar Israel. (II Samuel 3:38). Namun ketika menerima kepala Isyboset yang dipenggal oleh Baana dan Rekhab, Daud tidak meratap sama sekali bahkan menguburkan kepala Isyboset begitu saja di dalam kubur Abner (II Samuel 4:12).

Pdt. Gilbert Lumoindong, STh yang terhormat, hukuman (kutukan) Tuhan terhadap Saul telah digenapi. Satu-satunya hukuman (kutukan) yang diwariskan kepada anak cucunya adalah mereka tidak akan pernah menjadi raja Israel. Dukun perempuan dari En-Dor sama sekali tidak mengutuk, dia hanya membual.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: